Example floating
Example floating
Home

Ini Dia! Lonjakan Harga Gula Bikin Masyarakat Resah!

Alfi Fida
×

Ini Dia! Lonjakan Harga Gula Bikin Masyarakat Resah!

Sebarkan artikel ini
Ini Dia! Lonjakan Harga Gula Bikin Masyarakat Resah!
Ini Dia! Lonjakan Harga Gula Bikin Masyarakat Resah!

MEMO

Gula menjadi sorotan akhir-akhir ini dengan lonjakan harga yang signifikan, baik di toko offline maupun online. Harga gula kristal putih premium dan variasinya mengalami kenaikan yang mencolok di berbagai platform e-commerce.

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum

Namun, kebijakan peningkatan harga oleh Badan Pangan Nasional (BAPANAS) disertai dengan jaminan ketersediaan pasokan hingga Mei mendatang. Bagaimana dampak kenaikan harga ini terhadap masyarakat dan bagaimana langkah-langkah yang diambil untuk mengatasinya? Temukan jawabannya di sini.

Harga Gula Melonjak di Pasar Offline dan Online, Apa Penyebabnya?

Gula telah menjadi fokus perhatian akhir-akhir ini sebagai komoditas. Selain sulitnya stok di pasar, harganya juga melonjak. Fenomena ini tidak hanya terbatas pada toko konvensional, tetapi juga terjadi di platform ritel online.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Harga gula kristal putih premium merek Rose Brand mencapai Rp22.800 per kilogram (kg) di platform ritel online Shopee.

Sementara itu, harga gula premium merek Gulaku dijual dengan harga Rp18.400 per kg di platform lain di e-commerce yang sama. Bahkan, di beberapa toko online lain, harga untuk merek Gulaku premium dengan warna hijau mencapai Rp22.750 per kg.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Sedangkan harga untuk gula tebu kuning merek Gulaku juga sekitar Rp22.750 per kg.

Beralih ke platform Tokopedia, harga untuk gula tebu kuning merek Rose Brand dijual seharga Rp18.100 per kg. Sementara itu, gula premium dengan merek yang sama dijual seharga Rp18.200 per kg.

Adapun harga untuk gula premium merek Gulaku dijual seharga Rp19.250 per kg dan harga untuk gula tebu kuning dijual seharga Rp19.350 per kg.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (BAPANAS) telah mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan harga gula menjadi Rp17.500 per kg bagi konsumen hingga bulan Mei mendatang.

Kenaikan tersebut mencapai Rp1.500 per kg di wilayah Jawa jika dibandingkan dengan kenaikan yang dilakukan pada akhir tahun 2023.

Kenaikan tersebut dilakukan karena permintaan dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) terhadap harga acuan pembelian (HAP) bahan pokok seperti beras dan gula.

Kebijakan dan Dampak Kenaikan Harga Gula Menurut BAPANAS

Meskipun begitu, menurut pernyataan Kepala BAPANAS, Arief Prasetyo, kenaikan harga gula tersebut hanya bersifat sementara.

Arief memastikan bahwa ketersediaan gula di pasaran tidak akan terganggu dengan kebijakan tersebut.

“Kami telah memberikan relaksasi harga gula menjadi Rp17.500 per kilogram hingga 31 Mei,” ujar Arief di kantor BAPANAS pada Kamis (18/4).

Arief juga meyakinkan bahwa pasokan gula akan tetap tersedia di pasaran dan tidak akan menghilang karena adanya kebijakan relaksasi tersebut.

Beberapa minimarket di Jakarta juga melaporkan kelangkaan gula dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satunya terjadi di Indomaret di kawasan Otista, Jakarta Timur. Seorang petugas di Indomaret tersebut, Ardita, mengatakan bahwa kelangkaan tersebut telah terjadi sejak beberapa waktu belakangan.

“Banyak sekali yang menanyakan tentang gula, setiap hari pasti ada satu atau dua orang yang bertanya,” ucapnya pada Jumat (19/4).

Namun sayangnya, barangnya sedang tidak tersedia. Ardita menceritakan bahwa pasokan terakhir gula masuk ke toko tersebut satu minggu sebelum Lebaran lalu, dengan jumlah 2 karung gula.

Harga gula di toko tersebut ditetapkan dengan harga yang sama, yaitu Rp17.500 per kg.

Kelangkaan pasokan bahan pokok tidak hanya terjadi pada gula, tetapi juga pernah terjadi pada beras pada bulan Februari lalu.

Kenaikan Harga Gula: Dampak dan Langkah Penanggulangan dari BAPANAS

Meskipun harga gula mengalami lonjakan yang signifikan, kenaikan tersebut tidak hanya terjadi di toko offline, tetapi juga di platform ritel online. Badan Pangan Nasional (BAPANAS) telah merespons dengan menaikkan harga gula menjadi Rp17.500 per kilogram (kg) hingga Mei mendatang. Meskipun demikian, BAPANAS menjamin ketersediaan pasokan gula dengan kebijakan tersebut.

Kelangkaan gula juga telah terjadi di sejumlah minimarket di Jakarta, menunjukkan adanya dampak yang dirasakan oleh masyarakat akibat kenaikan harga. Namun demikian, kebijakan relaksasi harga yang diberlakukan oleh BAPANAS diyakini dapat membantu menjaga ketersediaan gula di pasaran dan meminimalisir dampak dari lonjakan harga tersebut.