Example floating
Example floating
Life Style

Telur Dadar dan Kesehatan: Apakah Benar Memicu Diabetes dan Kanker?

Alfi Fida
×

Telur Dadar dan Kesehatan: Apakah Benar Memicu Diabetes dan Kanker?

Sebarkan artikel ini
Telur Dadar dan Kesehatan: Apakah Benar Memicu Diabetes dan Kanker?
Telur Dadar dan Kesehatan: Apakah Benar Memicu Diabetes dan Kanker?

MEMO

Apakah telur dadar benar-benar memicu diabetes dan kanker? Kontroversi ini mencuat baru-baru ini di media sosial, tetapi apakah klaim tersebut didukung oleh bukti ilmiah yang kuat? Mari kita telaah lebih dalam.

Baca Juga: Ramuan Herbal Terbaik untuk Kontrol Gula Darah Anda

Telur Dadar: Penyebab Diabetes dan Kanker?

Isu mengenai telur dadar yang dikaitkan dengan risiko diabetes dan kanker belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Namun, pertanyaannya, apakah klaim tersebut benar?

Klaim ini berasal dari pernyataan bahwa telur dadar dapat menyebabkan diabetes dan kanker karena kandungan biotin di dalamnya. Sebuah podcast menyebutkan bahwa telur ayam mengandung avidin di putih telur dan biotin di kuning telur.

Baca Juga: Rahasia Kopi Hitam Tanpa Gula Manfaat Ajaib untuk Kesehatan

Ketika keduanya dicampur, avidin akan berikatan dengan biotin, mengakibatkan tubuh kekurangan biotin yang meningkatkan risiko kanker dan diabetes.

Namun, apakah telur dadar benar-benar memicu diabetes dan kanker? Biotin adalah vitamin penting yang berperan dalam metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak dalam tubuh. Vitamin ini memiliki peran vital dalam berbagai reaksi biokimia, seperti transfer karbondioksida dan metabolisme karbohidrat serta lemak.

Baca Juga: Jenis-jenis Minyak Goreng yang Harus Dihindari untuk Kesehatan

Kekurangan biotin dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti rambut rontok, kulit kering, ruam di sekitar mata atau mulut, mata kering, kelelahan, depresi, penurunan ketahanan tubuh, bahkan hingga gangguan pada otak.

Avidin berikatan dengan erat dengan biotin selama proses pencernaan protein makanan, mencegah penyerapannya oleh tubuh. Namun, penting untuk dicatat bahwa avidin akan rusak saat dimasak. Penelitian juga menunjukkan bahwa proses memasak telur mengubah sifat avidin, sehingga mengurangi kemampuannya untuk berikatan dengan biotin.

Kontroversi Telur Dadar: Mitos atau Fakta?

Ini berarti bahwa konsumsi telur mentah secara rutin dalam jangka panjang dapat menyebabkan kekurangan biotin karena avidin dalam putih telur akan berikatan dengan biotin secara kuat, menghalangi penyerapan biotin oleh usus.

Namun, kekurangan biotin pada manusia jarang terjadi, menurut Science Direct.

Lalu, bagaimana dengan klaim bahwa telur dadar dapat menyebabkan diabetes? Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara konsumsi telur dan diabetes tipe 2.

Studi tersebut melibatkan analisis data dari 219.979 subjek, termasuk 8.911 kasus diabetes. Peneliti menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi telur dan diabetes.

Selain itu, American Diabetes Association menyatakan bahwa telur merupakan pilihan makanan yang baik bagi penderita diabetes. Telur kaya akan protein berkualitas tinggi dan mengandung sedikit karbohidrat, sehingga aman untuk dimasukkan ke dalam rencana makan sehat bagi penderita diabetes.

Fakta Telur Dadar dan Kesehatan: Mitos atau Kenyataan?

Dengan demikian, klaim bahwa telur dadar memicu diabetes dan kanker perlu dipertanyakan lebih lanjut, dan konsumsi telur dalam rencana makan yang sehat masih dapat menjadi bagian penting dari pola makan sehari-hari.