Example floating
Example floating
Home

Revolution! Indonesia Tidak Lagi Bergantung pada Kereta Cepat Impor!

Alfi Fida
×

Revolution! Indonesia Tidak Lagi Bergantung pada Kereta Cepat Impor!

Sebarkan artikel ini
Revolution! Indonesia Tidak Lagi Bergantung pada Kereta Cepat Impor!
Revolution! Indonesia Tidak Lagi Bergantung pada Kereta Cepat Impor!

MEMO

Indonesia bersiap menghadapi era kereta cepat dengan proyek ambisius, Kereta Cepat Merah Putih. Rencana ini akan menghubungkan Jakarta dengan Surabaya melalui Cirebon dan Semarang, mengubah perjalanan yang biasanya memakan waktu berjam-jam menjadi hanya dalam hitungan jam.

Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional

Kolaborasi antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA telah membuka jalan untuk perubahan besar dalam industri perkeretaapian Indonesia.

Bagaimana proyek ini berpotensi mengubah pemandangan infrastruktur kereta cepat dan apa dampaknya? Mari kita lihat pada kesimpulan artikel berikut.

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum

Kereta Cepat Merah Putih: Masa Depan Transportasi Cepat Indonesia

Setelah Whoosh, Indonesia bersiap untuk membangun kereta cepat yang akan menghubungkan Jakarta dengan Surabaya. Proyek ini dikenal sebagai Kereta Cepat Merah Putih, yang direncanakan akan menghubungkan rute Jakarta-Surabaya melalui Cirebon dan Semarang.

Proyek pengembangan Kereta Cepat Merah Putih adalah hasil kerja sama antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta PT Industri Kereta Api (Persero), atau yang dikenal sebagai INKA.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Proyek ini telah dimulai sejak tahun 2019 dan dijadwalkan akan selesai pada tahun 2025, dengan uji coba dijadwalkan pada tahun 2026.

Ketua Tim Peneliti Rancang Bangun dan Prototyping Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Agus Windharto, mengungkapkan bahwa proyek ini akan memungkinkan perjalanan Jakarta-Surabaya hanya dalam waktu 3 jam 40 menit, atau bahkan kurang dari 4 jam.

“Dari segi teknologi, jika kita melihat kecepatan saat ini, perkeretaapian kita memiliki kecepatan antara 80 hingga 120 km/jam. Jadi, perjalanan dari Jakarta ke Surabaya yang biasanya memakan waktu 8 jam, seperti Argo Bromo, yang sekarang menjadi Argo Bromo Anggrek Jakarta-Surabaya yang biasanya memakan waktu 12-13 jam, sekarang bisa ditempuh dalam 8 jam,” ungkapnya seperti yang dilaporkan dalam video LPDP RI di YouTube pada Sabtu (6/10/2023).

“Jika kereta cepat ini diimplementasikan, perjalanan ini bahkan bisa hanya dalam waktu 3 jam 40 menit,” tambah Agus.

Mengungkap Rencana Ambisius Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Saat ini, riset yang telah selesai mencakup desain dari kabin dan kokpit kereta. Ini tidak hanya termasuk studi tentang faktor-faktor manusiawi, ergonomi, pengujian aerodinamis, tetapi juga perancangan dan pengujian struktur bodi kereta.