Example floating
Example floating
Home

Ketua MPR : Demokrasi Terkoyak Akibat Mulut Ahok

A. Daroini
×

Ketua MPR : Demokrasi Terkoyak Akibat Mulut Ahok

Sebarkan artikel ini

zulkiffli

Solo, ( Memo.co.id )

Baca Juga: Bukan Cuma Ngaji Kitab Kuning MUI Tekankan Urgensi Digitalisasi Pesantren Dan Teknologi Santri Era Kecerdasan Buatan

Tahun ini, di INdonesia ada 211 Pilkada serentak. Dari 200 lebih pilkada serentak itu, hanya Jakarta yang terganjal sehingga proses demokrasinya sudah merembet kemana-mana. “Tahun ini ada 211 Pilkada serentak, cuma ada satu persoalan di Jakarta. Persoalan muncul bukan karena apa-apa semua hanya karena mulut Ahok yang tidak terjaga,” tandas Zulkifli saat dalam pidato saat acara Sidang Pleno Ke-11 Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (Efebi) di Solo, Jumat (25/11)

Pilkada tidak hanya di Jakarta saja. Dimana -mana. Bahkan calonnya dari suku bermaca,m macam juga tidak ada masalah. Di Nusa Tenggara Timur yang mayoritas Katolik, tidak ada persoalan. Padahal, Ketua DPRD berasal dari aktivis muslim. Di Maluku, seorang dari etnis Tionghoa non-muslim bisa menjadi kepala daerah dengan dukungan penuh. ” Di Kalteng juga begitu, masyarakatnya mayoritas muslim taat, tak ada persoalan dipimpin gubernur non-muslim selama dua periode,” jelasnya.

Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta