Surabaya, Memo.co.id
Wanita cantik berambut lurus, Aulia Safitri (24), ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya. Warga asa; Jl Ketintang Surabaya tersebut melarikan uang Rp. 900 juta milik suaminya sendiri. Sebelumnya, dia kabur ke luar pulau bersama seorang laki laki. Kini, laki laki berinisial MI, yang menjadi teman wanita tersebut masih buronan.
Korbannya adalah suaminya sendiri- sebut saja M – pengusaha yang menjadi rekanan Pemerintah Kota Batu. Hubungan pengusaha yang tinggal di Jl Ketintang Surabaya dengan pelaku Aulia Safitri adalah suami istri sirry. Keduanya sudah hidup dalam satu rumah tangga, tapi belum resmi secara negara.
Pengusaha tersebut sebelumnya berstatus duda. Dia mengenal Aulia Safitri di sebuah mall di Surabaya. Aulia Safitri sebelumnya janda beranak dua. Keduanya sepakat berpacaran dan menjalin hubungan serius. Mereka tinggal dan menempati rumah di Jl Ketintang Surabaya. Suaminya, aktif sebagai pengusaha yang beru saja menyelesaikan proyek di Pemkot Batu Malang.
Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Bayu Indra Wiguno, mengatakan pelaku diringkus petugas unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya , dari persembunyianya di Lampung Sumatra. Sebelumnya, dia pindah pindah dari kota satu ke kota lainnya di Jawa Tmur ini. Tujuannya, untuk kabur dari kejaran petugas.
Kasuanya, terjadi beberapa waktu lalu. Awalnya, suaminya pulang kerja membawa uang dalam koper sebesar Rp. 900 juta. Uang tersebut baru saja diambil dari bank hasil merampungkan pekerjaannya di Batu Malang. Saat masuk rumah, dia dipapah istri sirrinya, Aulia Safitri. Istrinya mengaku sedang sakit dan minta dibelikan makanan kesukannya.
Suaminya menuruti perintah Aulia. Dia keluar rumah dan membeli pesanan istri sirrinya tersebut. Namun, setelah balik ke rumah, istrinya sudah kabur. KOper berisi uang sebesar Rp. 900 juga juga dubawa lari. “Pada saat korban keluar untuk beli makan dan obat, tersangka kabur dengan membawa uang Rp 910 juta,” kata Kompol Bayu Indra Wiguno.
Uang hasil embatan tersebut, dibelikan mobil. Janda cantik itu mengaku ke penyidik uangnya dibelikan mobil baru Honda HRV Nopol L 1995 EL seharga Rp 281.350.000 dan mobil Daihatsu Terios L 1888 XF seharga Rp 210 juta. ” Saya khilaf,” kata Aulia pada penyidik. Selain itu, uangnya juga dibelikan satu unit televisi, dispencer, rice cooker, kompor gas, handphone, dan untuk membuka rekening baru di salah satu bank. ( mar )












