
Jakarta, Memo.co.id
Gara gara kecerobohan orangtuanya sendiri, siswi SMP bernama Nurul Widya, harus terseret kereta api listrik (KRL) coomuter line jurusan Jatinegar Bekasi, di perlintasan kerata tanpa palang di Duren Sawit, Jakarta Timur. Gadis yang masih berseragam sekolah tersebut meregang nyawa hingga tewas.
Ironisnya, dia terseret kereta api akibat orangtuanya sendiri yang mengabaikan keselamatan ketika meneyeberang perlintasan kereta tanpa palang. Saat itu, Widya dibonceng ayahnya ketika menjemput dari sekolahan, dengan membonceng sepeda motor.
Sesampai di perlintasan kereta tanpa palang, di Duren sawit, dia nyelonong melewati perlintasan. Di belakang ayah korban tersebut, sudah banyak orang yang berhenti dan berteriak meminta berhenti karena sedang ada kereta listrik mau lewat.
Namun, kenyataan sepeda motor yang dikenarai orangtua korban tampaknya terus melaju hingga bagian belakang menyenggol kerata api KRL hinga anaknya yang ada di bnoncengan terseret hingga beberapa meter.
Ari, saksi mata di lokasi menceritakan, saat itu Nurul sedang diboncengi ayahnya sepulang dari sekolah dengan sepeda motor. Ketika melintas di lokasi, ayah korban tetap nekat melintasi rel kereta api meskipun rangkaian kereta sudah berjarak cukup dekat.
“Sudah diteriakin sama motor belakangnya, tapi tetap saja maju akhirnya tertabrak. Pengendara motor di belakangnya langsung putar balik, enggak berani melihat kayaknya,” ujar Ari.
Widya tewas mengenaskan dengan luka bagian kepala. Sedangkan ayahnya mengalami luka parah di bagian dada. Saat ini ayah korban sudah dibawa ke rumah sakit terdekat. Sementara jenazah Widya telah dievakuasi petugas kepolisian. (nu)












