Example floating
Example floating
Peristiwa

Pasuruan Berbahaya, Tiap Bulan 1 Orang Mati Karena Demam Berdarah

A. Daroini
×

Pasuruan Berbahaya, Tiap Bulan 1 Orang Mati Karena Demam Berdarah

Sebarkan artikel ini
Pasuruan Berbahaya, Tiap Bulan 1 Orang Mati Karena Demam Berdarah

Pasuruan, Memo
Kasus demam berdarah jadi perhatian khusus Pemkab Pasuruan. Lewat dinas kesehatan, Pemkab Pasuruan menghimbau masyarakat supaya masih tetap jaga kebersihan.

Ini karena dalam waktu 4 bulan, ada 4 kasus pasien DBD wafat. Hingga Dinkes Kabupaten Pasuruan lakukan anjuran ke masyarakat.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dr Ani Latifah menjelaskan, ke-4 masyarakat wafat ini terbagi dalam anak anak sampai orang dewasa. Jika penanganannya telat dan indikasi gejala sakitnya tidak dikenali secara awal, karena itu dapat berbuntut kematian.

“Demam berdarah itu penyakit yang penting dipahami sejak awal kali, dan saat itu juga harus diobati. Jika sudah kronis baru diobati dapat telat dan berpengaruh fatal, yaitu kematian,” kata Ani.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Selainnya 4 penduduk mati, Dinkes Kabupaten Pasuruan mendata telah ada 238 kasus DBD (demam berdarah dengue) sejauh Januari-April 2022. Dia mengharap kasus akan makin turun sejauh warga mengimplementasikan sikap hidup sehat dan bersih (PHBS).

Intinya dengan masih tetap lakukan pergerakan 3 M, yakni kuras penampungan air, tutup penampungan air, dan memendam atau mendaur ulangi barang sisa yang mempunyai potensi memunculkan kubangan air.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

“Masih tetap menjaga kebersihan lingkungan, karena lingkungan kotor jadi penyebab pengembangbiakan nyamuk, terhitung nyamuk Aedes Aegypti yang mengakibatkan DBD. Pokoknya PHBS diintensifkan,” imbaunya

Tidak cuma 3 M sebagai cara mengantisipasi penebaran nyamuk aedes agepthy, Ani mengimbau warga untuk dapat menghindar gigitan nyamuk saat tidur dengan beberapa cara. Salah satunya dengan memakai kelambu atau menghidupkan obat nyamuk atau memakai lotion anti nyamuk saat istirahat.

Dan dari Dinkes sendiri sampai sekarang masih lakukan fogging (penyemprotan) secara massive, menggiatkan beberapa pemantau jentik alias jumantik (juru pemantau jentik) dan menginginkan masyarakat supaya masukkan bubuk abate ke kubangan air yang dapat mempunyai potensi jadi sarang nyamuk.

“Kita telah lakukan penyidikan edipomologi dengan memutuskan penyebaran. Fogging kita giatkan kebersihan lingkungan lewat sosialisasi, sekalian kita giatkan beberapa jumantik berkeliling-keliling ke rumah masyarakat sambil bawa bubuk abate,” tutupnya.