Dalam keterangan pers, Risma mengatakan Kemensos telah menerjunkan petugas psikolog dan Tim Layanan Dukungan Psikososial untuk melaksanakan trauma healing terhadap korban serta memberikan bantuan lain yang dibutuhkan. Bersama instansi terkait lainnya, Kemensos memastikan korban berada di tempat aman.
”Korban sekarang sudah kami tempatkan di lokasi yang aman,” katanya.
Petugas, kata Risma, secara terukur dan berhati-hati melakukan pemulihan trauma karena korban terlihat masih belum sepenuhnya lepas dari trauma.
Baca Juga: Jelang Munas X LDII April 2025, Menteri Fadli Zon Minta LDII Perkuat Kebudayaan
“Korban masih selalu terdiam. Mungkin kondisi psikologis yang masih trauma,” kata Mensos.
Kemensos, kata dia, memastikan negara hadir dengan membantu korban agar terjamin masa depannya.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
“Kami sudah mempersiapkan masa depan dan rencana ke depan untuk korban dan ibunya”, katanya.
Mensos Risma meminta semua pihak untuk bersama-sama memastikan kasus-kasus semacam ini tidak berulang lagi.












