Kediri, Memo |
Semelam menghilang penderita asma dan jantung asal Tajinan Desa Slumbung NGadiluwih Kediri, ditemukan dalam keadaan mati di Desa Cendono Kandat, Jumat pagi, di area tengah sawah desa tersebut.
Baca Juga: Sembunyian Aib, Camat Banyakan Hari Utomo Serahkan Uang Suap ke Kejaksaan
Kasi Humas Polsek Kandat Bripka Sugianto menyampaikan, kejadian penemuan mayat tersebut bermula, saat saksi Moh Sholikin (39) sepupu korban, mencari korban yang tidak pulang sejak hari Kamis tanggal 27 Mei 2021.
“Korban meninggalkan rumah sekitar pukul 16.00 WIB, dengan alasan mencari rumput. Namun hingga hari Jumat tanggal 28 Mei 2021 dini hari belum kembali, “jelasnya.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Warga sekitar Desa Cendono Kec. Kandat Kab. Kediri, dikejutkan dengan temuan jasad tak bernyawa yang tergelatak diarea persawahan desa setempat, Jumat (28/5/2021) pagi.
Jasad yang ditemukan diarea persawahan tersebut, setelah dilakukan indentifikasi oleh petugas Polres Kediri dan keterangan saksi saksi, diketahui bernama Sutrisno (46) seorang petani, warga Dusun Tajinan Desa Slumbung Kec Ngadiluwih yang dikabarkan menghilang semalam.
Kemudian, sepupu korban berinisiatif mencari di areal biasanya korban merumput di Desa Cendono Kec. Kandat Kab. Kediri dan menemukan korban dalam kondisi terbujur kaku meninggal dunia.
“Saat dilokasi area persawahan di Desa Cendono, yang biasanya korban mencari rumput, sepupu korban menemukan jasad yang sudah terbujur kaku. Selanjutnya menghubungi H. Rozi (46) Kasun Tajinan (sesuai alamat korban) dan Supriyanto (50) Kades Desa Cendono Kec. Kandat Kab. Kediri dan diteruskan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kandat, “ungkap Kasi Humas Polsek Kandat.
Lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan visum luar yang dilakukan oleh unit identifikasi Polres Kediri dengan didampingi tenaga kesehatan Puskesmas Kec. Kandat, keluarga korban, perangkat Desa Cendono, Perangkat Desa Slumbung dan Anggota Polsek Kandat dipimpin oleh IPDA Wagimin dengan hasil tidak ditemukan tanda bekas kekerasan pada tubuh korban.
“Dari keterangan keluarga korban, mengatakan bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung dan asma, dan pihak keluarga meminta kepada petugas untuk tidak dilakukan Visum untuk segera dilakukan pemakaman, serta pihak keluarga bisa menerima kejadian tersebut yang dikuatkan dengan surat pernyataan diketahui oleh perangkat Desa, “pungkasnya.












