Kediri, Memo
Akibat sering berada di kerumunan karena tugasnya yang menuntut berada di lapangan, 6 petugas di BPBD Kabupaten Kediri terpapar Covid -19. Mereka dinyatakan positif, setelah melalui tes swab yang dilakukan secara rutin oleh Satgas Penanganan Kab Kediri.
Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri, saat ini masih melakukan tracking atau penelusuran dari mana asal usul para petugas BPBD ( Badan Peganggulangan Bencana Daerah ) Kabupaten Kediri terinfeksi Covid hingga dinyatakan positif.
“Semua pasien dalam keadaan baik dan sedang menjalani isolasi mandiri. Apabila pasien punya gejala sedang hingga berat, baru dirawat di rumah sakit,” kata Ahmad Chotib, juru bicara Satgas Kavupaten Kediri.
Menurut dr Ahmad Khotib, dari penelusuran terhadap enam petugas BPBD Kabupaten Kediri itu, velum diketahui asal usul virus Covid menyerang tubuh mereka. Namun, pihaknya terus melakukan tracking, sebab, upaya itu perlu dilakukan untuk memudahkan penelusuran darfi mana sumber virus itu.
Pemkab Kediri selama ini melakukan kebijakan untuk melakukan pemeriksaan rutin kepada semua staf yang rawan terhadap tertularnya Covid-19. Demikian juga terhadap karyawan di Badan Peganggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kediri.
Badan Peganggulangan Bencana Daerah tergolong rawan karena sering bersentuhan dengan masyarakat di lapangan. Keberadaan personil tim, kadang menjadi ujung tombak penyelamat warga bila alami musibah tertentu. Kadang juga, petugas tanpa hirau lagi terhadap kesehatannya. Karena tugasnya sebagai penyelamat di lapangan.
Jika salah satu petugas di sebuah kantor terpapar Covid 19 dan dinyatakan positif, maka semua staf di kantor tersebut harus dilakukan pemerinksaan oleh petugas . Nah, ketika di BPBD Kab Kediri, ada satu orang yang terpapar, semuanya diperiksa. ” Hasilnya, ada 6 personil yang terpapar positif, Covid 19,” kata juru bicara dr Ahmad Khotib.
SOP dari tim Satuan Tugas Penanganan Covid 19, bila hasil tes keluar dan dinyatakan positif, maka kantor tempat kerja harus disterilkan. Yang aktif harus menjalani isolasi mandiri. Sedang yang negatif bis amelakukan aktifitas kembali. Tujuannya, ini untuk memutus mata rantao penularan Covid-19 di Kabupaten Kediri. ( jok )












