Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Berita

Minimnya Perhatian Daerah, Kesenian Tayub Sambirejo Terancam Punah

A. Daroini
×

Minimnya Perhatian Daerah, Kesenian Tayub Sambirejo Terancam Punah

Sebarkan artikel ini
IMG 20200202 WA0161 scaled

[ad_1]

NGANJUK, MEMO

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Selain populer dijuluki sebagai kota angin, Kabupaten Nganjuk ternyata juga dikenal sebagai daerah tujuan wisata budaya. Ragam jenis kesenian tradisional jawa banyak ditemukan di kota anjuk ladang ini.

Salah satu kesenian jawa warisan leluhur dan sudah menjadi branding (icon) daerah adalah seni tayub atau istilah lain disebut kesenian ledek. Kesenian ini lahir dan berkembang di wilayah kecamatan Tanjunganom tepatnya di dusun Ngrajek desa Sambirejo.

Dari catatan sejarah, kesenian ini mulai dikenal oleh pengamat dan penikmat seni ledek sejak tahun 1987 atau ketika era kepemimpinan dipegang oleh Bupati Nganjuk, Drs Ibnu Salam.

Agenda tahunan yang disuguhkan oleh para wisatawan pada waktu itu adalah acara gembyangan waranggono atau dikenal dengan sebutan wisuda waranggono yang diadakan di punden Mbah Ageng pusat ritual para waranggono (penari tayub,red) juga pengrawit dan pramugari.

The post Minimnya Perhatian Daerah, Kesenian Tayub Sambirejo Terancam Punah appeared first on Memo Kediri |.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini