Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Peristiwa Hukum

Direktur Penyidikan KPK Laporkan Novel – Hampir Lengkap Pelamahan KPK dari Luar dan Dalam

A. Daroini
×

Direktur Penyidikan KPK Laporkan Novel – Hampir Lengkap Pelamahan KPK dari Luar dan Dalam

Sebarkan artikel ini
novel dilaporkan direktur

novel dilaporkan direktur
Jakarta, Memo.co.id
Penyidik senior KPK Novel Baswedan dilaporkan oleh Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman ke polisi atas kasus dugaan pencemaran nama baik. Novel yang tengah menjalani perawatan di Singapura sudah mengetahui perihal pelaporan ini.

Menurut Haris, mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), dia menyebut sesuatu yang memprihatinkan. Menurutnya hal tersebut tak sepantasnya terjadi ketika Novel sendiri masih dalam upaya pemulihan atas serangan air keras yang dialaminya.

“Dari sisi manusiawinya, saya pikir tidak layak. Novel sedang dirundung duka seperti ini malah dilaporkan, jadi tidak ada sense of human itu tidak terlihat,” ujar nya.

Haris menilai laporan yang dilakukan Aris sudah lama terjadi. Selain itu, menurutnya kasus tersebut bersifat internal yang terjadi di KPK.

Dia memandang pelaporan terhadap Novel ialah upaya menyerang penyidik senior KPK tersebut. Keterangan yang disampaikan Aris di hadapan Pansus Angket KPK pun menurutnya adalah upaya untuk menghancurkan karakter Novel.

“Secara keseluruhan, saya mau bilang, ini ada upaya pembunuhan terhadap profil Novel Baswedan,” ucap mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) ini.

Haris melihat pelaporan Aris terhadap Novel ini memiliki efek ganda. Pada skala yang lebih besar, pelaporan ini dapat berdampak pada KPK yang menjadi tempat Novel berdinas.

“Pelaporan Aris, buat saya amunisi, salah satu kartu yang ingin yang dimainkan. Tapi ujungnya ingin menyerang Novel dan ingin menghancurkan gagasan besar terhadap KPK itu sendiri,” tuturnya.

” Menurut saya, Aris melakukan pengkhianatan apa yang ada di dalam KPK. Karena harusnya diselesaikan di dalam KPK. Kok dia malah keluar. Itu kan dia memanfaatkan kesempatan atau wewenangnya untuk menunjukkan pihak di luar bahwa seolah-olah ada yang tidak beres di dalam KPK,” sambungnya.

Haris mengatakan, terkait masalah yang sedang terjadi ini, pimpinan KPK semestinya dapat bergerak melindungi anak buahnya. “Seharusnya seperti itu. Tapi saya tidak melihat kapasitas dan modalitas itu. Saya nggak yakin,” ungkapnya. ( ed )

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini