Memo, Blitar — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Blitar memangkas alokasi pengajuan dana hibah untuk Majelis Ta’lim Sabilu Taubah asuhan Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam) dari Rp 4,7 miliar menjadi Rp 2,3 miliar dalam pembahasan APBD 2027.
Keputusan penyesuaian anggaran ini diambil para legislator demi menjaga keterbukaan serta pemerataan bantuan anggaran bagi ratusan pondok pesantren lain di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.
Pengurangan alokasi anggaran daerah tersebut dipicu oleh pertimbangan keadilan antarlembaga keagamaan. Selain mengandalkan APBD Blitar, pihak Sabilu Taubah diketahui juga telah mengajukan dana bantuan terpisah sebesar Rp 25 miliar kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diklaim telah mendapatkan persetujuan awal.
Anggota DPRD Kabupaten Blitar dari Fraksi Golkar, Anik Wahjuningsih, menegaskan bahwa legislatif pada dasarnya tidak menentang pemberian bantuan keagamaan. Namun, penetapan besaran nominal dana hibah Sabilu Taubah wajib dievaluasi secara obyektif agar tidak mengabaikan kebutuhan fasilitas pesantren lainnya.
“Terlepas dari apa yang direncanakan di rapat banggar. Kami pribadi, kalau Golkar welcome-welcome saja. Tapi yang perlu dievaluasi adalah besaran nominalnya. Karena tidak hanya satu pondok yang membutuhkan itu, banyak pondok lainnya,” kata Anik.
Hal senada diungkapkan Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar, Lutfi Aziz. Menurutnya, proses penganggaran hibah Sabilu Taubah belum rampung sepenuhnya dan legislatif terus berupaya memastikan seluruh pesantren di Kabupaten Blitar mendapatkan porsi perhatian yang seimbang.
“Ini belum dibahas secara tuntas di rapat banggar. Tapi kalau hibah sebenarnya monggo, malah bagus untuk pendidikan. Legislatif tidak menghalangi hibah untuk pondok. Hanya saja persoalannya, pondok pesantren di Blitar kan tidak hanya satu,” ujar Lutfi.
Rencana penyaluran dana publik senilai miliaran rupiah ini sempat memicu dinamika politik lokal. Publik menyoroti rekam jejak dukungan Gus Iqdam terhadap pasangan Bupati dan Wakil Bupati Blitar terpilih, Rijanto dan Beky Herdihansah, pada Pilkada 2024 lalu.
Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah, membenarkan adanya pengajuan hibah Sabilu Taubah yang ditujukan untuk pengembangan kawasan wisata religi di Desa Karanggayam, yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi UMKM sekitar.
“Kita mau mendirikan wisata religi. Kemarin kita juga minta anggaran hibah dari provinsi dan sudah disetujui. Kita ajukan sebesar Rp 25 Miliar, disetujui berapa kita belum tahu. Kalau dari Pemda, kita ajukan Rp 4,7 Miliar, hanya saja dalam rapat Banggar dipotong jadi Rp 2,3 Miliar,” kata Beky.
Pemerintah Daerah menegaskan penetapan alokasi anggaran masih bersifat dinamis. Kepala Bappedalitbang Kabupaten Blitar, Sisilia Dyah Kristiani, menyampaikan bahwa besaran resmi hibah Sabilu Taubah masih digodok bersama legislatif.
“Untuk saat ini masih dalam proses pembahasan bersama Banggar, karena masuk dalam pembahasan anggaran tahun 2027. Jadi, berapa nominalnya saya belum bisa memastikan,” ujar Sisilia.
Ia membenarkan bahwa pihak yayasan telah menyerahkan berkas permohonan bantuan secara resmi.
“Dari Yayasan Sabilu Taubah ada proposalnya. Yang jelas ada proposal masuk dari sana dan kemudian dibahas,” pungkasnya.












