Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Surabaya

Didepak PDIP Usai Silaturahmi Jokowi, Achmad Hidayat Merapat PSI

A. Daroini
×

Didepak PDIP Usai Silaturahmi Jokowi, Achmad Hidayat Merapat PSI

Sebarkan artikel ini
Didepak PDIP Usai Silaturahmi Jokowi, Achmad Hidayat Merapat PSI

[SURABAYA, MEMO] — Gelombang dinamika panggung politik daerah Surabaya kembali berguncang sewaktu muncul kabar didepak PDIP usai silaturahmi Jokowi mewarnai ruang publik. Momen penting ini menandai arah baru pergerakan tokoh lokal yang memilih merapat ke rumah perjuangan lain.

Awal mula keputusan berat dari pimpinan organisasi lamanya berakar dari tindak penegakan disiplin partai yang sangat tegas. Langkah sang mantan pengurus yang mendatangi kediaman pribadi Presiden ke-7 Republik Indonesia di Kota Solo dianggap melanggar rambu.

Kunjungan silaturahmi tersebut kian menjadi sorotan luas lantaran disusul usulan terbuka mengenai rehabilitasi status keanggotaan tokoh nasional terkait. Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan lantas menilai aksi itu sebagai bentuk pembangkangan terhadap garis instruksi induk organisasi.

Surat sanksi pemberhentian resmi dari pengurus pusat akhirnya diterbitkan untuk mencabut seluruh hak keanggotaan sang kader di daerah. Meski pintu wadah lamanya telah tertutup rapat, sang politisi enggan menarik diri dari panggung pelayanan publik Kota Pahlawan.

Respons taktis langsung ditunjukkannya dengan mencari sarana pengabdian baru yang selaras dengan pandangan politiknya saat ini. Pilihan akhirnya dijatuhkan secara mantap kepada Partai Solidaritas Indonesia sebagai wadah perjuangan terbarunya di tingkat lokal.

Proses peralihan tersebut disahkan secara terbuka melalui penyerahan dokumen keanggotaan resmi di wilayah Surabaya pada Senin 12 Oktober 2026. Momen pergeseran haluan ini kian menarik perhatian publik karena tidak dilakukannya secara perorangan semata tanpa pengikut.

Ia melangkah bersama deretan figur penting yang berlatar belakang sebagai jajaran pengurus di struktur wilayah kota setempat. Di antara nama yang ikut menentukan arah baru adalah Purwadi yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPC aktif sebelum berlabuh.

Selain itu, mantan pimpinan struktur tingkat kecamatan yakni mantan Ketua PAC Tambaksari Arif Wirawan dipastikan ikut mengambil sikap serupa. Keputusan kolektif para mantan pengurus ini menunjukkan soliditas barisan dalam menatap agenda persaingan politik daerah di masa depan.

Bagi sang politisi, pergantian bendera organisasi tidak sedikit pun melunturkan komitmen dasarnya untuk terus hadir membela kepentingan warga. Ia menegaskan bahwa agenda kerja kerakyatan akan tetap menjadi komando utama dalam setiap aksi pergerakannya di lapangan.

Wadah anyar ini dipandang memberikan ruang ekspresi yang lebih fleksibel dalam menyerap serta mengawal berbagai aspirasi masyarakat lokal. Ia bertekad menggerakkan seluruh potensi guna mengamankan raihan dukungan maksimal pada kontestasi Pemilu 2029 mendatang di Surabaya.

Jajaran pengurus daerah Partai Solidaritas Indonesia menyambut hangat amunisi baru yang datang dari barisan mantan kader senior tersebut. Pengalaman lapangan yang dikuasai oleh para anggota anyar diyakini mampu mengakselerasi penataan struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput.

Konsolidasi jaringan dari level kecamatan sampai kelurahan kini menjadi prioritas utama gerak bersama jajaran pengurus di daerah. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan konstituen secara efektif di seluruh sudut wilayah Kota Pahlawan.

Pergerakan politik ini membuktikan betapa cairnya peta persekutuan di tingkat lokal pasca dikeluarkannya sanksi pemberhentian oleh pimpinan pusat. Perubahan atribut partai dari warna lama menuju warna baru dipandang sekadar pergeseran sarana dalam mencapai tujuan pelayanan publik.

Prinsip dasar untuk memperjuangkan kesejahteraan warga tetap menjadi pegangan utama dalam setiap agenda aksi yang dijalankan bersama. Dengan atribut baru yang diembannya, sang tokoh menyatakan siap menghadapi segala tantangan politik daerah dengan penuh optimisme.

Perjalanan anyar ini diharapkan memberi warna segar bagi pertumbuhan demokrasi serta kualitas pelayanan masyarakat di Kota Surabaya. Komitmen untuk mengawal suara rakyat secara konsisten akan terus dibuktikan lewat aksi nyata di tengah lingkungan warga.

Seluruh proses penerimaan kepengurusan ini sekaligus menjadi sinyal awal kesiapan mesin partai dalam menyongsong kontestasi masa depan. Kehadiran para tokoh berpengalaman menjadi modal berharga bagi penguatan basis dukungan di seluruh pelosok wilayah kota.