[KEDIRI, MEMO] — Transaksi logam mulia oleh penyamar sewa rumah Mojoroto berujung pada aksi pengejaran jalanan yang mencekam di sudut kota. Suasana tenang di Perumahan Mojoroto Indah Blok A-17 mendadak berubah menjadi arena kepungan massa setelah skenario kejahatan rapi tersebut terbongkar.
Karina Lorenz (33) sama sekali tidak menyangka bahwa keramahan pembeli emas Antam miliknya hanyalah sebuah panggung sandiwara. Wanita pedagang perhiasan tersebut mendatangi kediaman yang tampak asri itu tanpa sedikit pun menyimpan kecurigaan.
Lokasi pertemuan yang disepakati korban sebenarnya merupakan bangunan hunian sewaan singkat yang sengaja disiapkan oleh kelompok penjahat. Para pelaku sebelumnya memberikan uang muka kepada pemilik sah agar bisa menguasai kunci bangunan dengan dalih pembersihan ruangan.
Taktik kotor ini berhasil mengelabui pandangan korban hingga meyakini bahwa calon pembeli merupakan warga perumahan yang cukup berada. Namun, petaka membayang tepat ketika lembar demi lembar nota transaksi penjualan emas batangan 95 gram mulai ditulis.
Begitu lempengan emas bernilai Rp250,9 juta berpindah tangan, dua pria eksekutor langsung melancarkan aksi jebakan yang sangat terencana. Pintu depan dikunci rapat dari luar, sementara bagian bingkai jendela disumbat menggunakan paku berukuran besar agar korban tidak berkutik.
Ruang gerak korban dibuat lumpuh total di dalam kamar agar para penjahat memiliki rentang waktu aman untuk meloloskan diri. Meski berada di bawah tekanan rasa takut, naluri bertahan hidup membuat Karina segera menghubungi sang suami melalui sambungan ponsel.
Suami korban yang bersiap menanti di dalam mobil merah di luar area perumahan langsung membaca tanda bahaya dari pesan istrinya. Tanpa membuang waktu, pria tersebut memutar balik kendaraan lalu mengejar sepeda motor pelaku yang melaju kencang ke arah timur.
Laju kendaraan roda dua yang dikendarai dua eksekutor asal Bangkalan itu terus diintai ketat di tengah padatnya arus lalu lintas. Mengambil keputusan terukur di saat kritis, suami korban langsung mengarahkan moncong mobilnya hingga menghantam bagian belakang sepeda motor pelaku.
Dentuman keras menghentikan pelarian dua penyamar sewa rumah Mojoroto hingga tubuh keduanya tersungkur di atas permukaan jalan. Warga sekitar yang menyaksikan insiden pengejaran langsung mengepung lokasi jatuh dan mengamankan kembali barang bukti emas yang disembunyikan.
Dua pria berinisial Matnasa (49) dan Mohali (51) melayani amukan massa sebelum akhirnya diselamatkan oleh jajaran kepolisian yang tiba di lokasi. Kedua tersangka yang menderita luka-luka langsung dilarikan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Kediri guna mendapatkan perawatan medis mendesak bawah pengawalan.
Penyelidikan intensif yang dilakukan jajaran kepolisian kini memfokuskan perburuan terhadap sosok wanita misterius berniat jahat berinisial Yuni. Sosok perempuan tersebut diketahui memegang peranan kunci sebagai perancang skenario transaksi palsu sekaligus penyokong dana sewa rumah persinggahan.
Jejak percakapan aplikasi pesan singkat memperlihatkan bagaimana otak kejahatan memobilisasi dua eksekutor lapangan dari luar daerah menuju wilayah Kota Kediri. Polisi mengidentifikasi bahwa jaringan ini merupakan kelompok spesialis pencurian perhiasan lintas kabupaten yang bergerak sangat rapi dan berpindah-pindah.
Masyarakat kini diimbau agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan ketika hendak melakukan transaksi barang berharga dalam nominal yang tergolong cukup besar. Pemilihan lokasi fasilitas publik yang dilengkapi kamera pengawas menjadi rekomendasi utama demi menghindari potensi kejahatan terencana yang serupa di kemudian hari.












