65 Warga Korban Keracunan di Hajatan ‘Telon telon’ Bayi

  • Whatsapp
65 Warga Korban Keracunan di Hajatan ‘Telon telon’ Bayi
65 Warga Korban Keracunan di Hajatan 'Telon telon' Bayi


Ngawi, Memo

Sebayak 65 warga d Desa Sukowiyono, Badas, Kab Ngawi, jadi korban keracuan makanan, saat berada di hajatan ‘telon telon’ bayi , di salah stu rumah warga setempat. Sebagian besr mengalami mual mual dan deare, hingga tidur di luar rumah. Sebagian lagi dirawat di rumah sakit.

Bacaan Lainnya

Awal mula hajatan tersebut, sejak Senin . Hingga Selasa, warga sama sama merasakan pusing dan berkunang kurang. Setelah merasakan pusing pusing, perutnya sakit. Pertama, yang diketahui mengalami gejala yang sama berjumlah 49 orang. Mereka diketahui pada hari Selasa. Namun, belum diperiksaka ke Puskesmas.

Setelah keluhan sama dan tidak kunjung sembuh, beberapa perangkat desa membawa ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah 49 warga diperiksa, ada tambahan lagi, yaitu 16 orang, mengalami berak dan perutnya mual mual. Mereka juga dibawa ke Puskesmas Padas.

“Korban bertambah lagi. Mereka juga mengalami gejala keracunan seperti pusing, mual dan diare,” kata Kepala Puskesmas Padas dokter Zain Ratna Priyanto.

Zain menambahkan sepanjang 2 hari yaitu semenjak Senin- Selasa, keseluruhan ada 65 orang yang wajib ditangani.“ Terdapat 57 orang asal Sukowiyono. Setelah itu dari Dusun Legokulon, Kecamatan Kasreman sejumlah 3 orang, dan dari Dusun Sambiroto, Kecamatan Padas 5 orang. Pada umumnya merasakan mual, muntah serta hadapi menceret berat,” kata Zain.

Sebagian penderita membenarkan, baru mendatangi puskesmas pada Selasa, karena awal mau mengobati diri di rumah ataupun rawat jalan saja.“ Sebab tidak kunjung pulih, mereka kesimpulannya berobat ke puskesmas,” tuturnya.

Agus Widodo contohnya, laki- laki asal Sukowiyono ini, hingga tidur di kandang sebab menceret yang dirasakannya. Awal, ia juga sungkan dirawat, tetapi karna telah tidak kuat, hingga Agus cuma pasrah kala dibawa ke Puskesmas Karangjati.

Bagi Dokter Zain Ratna Priyanto, seluruh korban telah memperoleh penanganan kedokteran. Walaupun, terdapat pula yang memilih dirawat di rumah, tetapi senantiasa diberi pengobatan.“ Rinciannya, 2 orang sedang dirawat di RSUD dr. Soeroto, 13 orang dirawat di Puskesmas Padas serta 5 orang di Puskesmas Karangjati,” jelasnya.

Pos terkait