Example floating
Example floating
NGANJUK

20 Penyandang Disabilitas Terima Bantuan Modal Usaha Dan Mesin Jahit Dari BAZNAS

Mulyadi Memo
×

20 Penyandang Disabilitas Terima Bantuan Modal Usaha Dan Mesin Jahit Dari BAZNAS

Sebarkan artikel ini

NGANJUK ,MEMO – Bupati Nganjuk, Dr. Drs. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A., secara resmi menyerahkan bantuan modal usaha dan mesin jahit kepada 20 penyandang disabilitas.

Bantuan ini merupakan program pemberdayaan ekonomi dari BAZNAS Kabupaten Nganjuk dan diserahkan pada acara pembukaan pelatihan kerja yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Rabu (17/7), di Aula Pendopo Kabupaten Nganjuk.

Baca Juga: Sosialisasi Bisu, Warga Dawuhan Stop Pengurukan Lahan Milik PT MAS, Tante Yulma Desak Daerah Ojo Turu Wae

Penyerahan bantuan disaksikan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, H. Zainal Arifin, beserta jajaran pimpinan, serta disambut antusias oleh para penerima manfaat. Selain kelompok disabilitas, bantuan modal juga diberikan secara simbolis kepada empat pelaku UMKM yang mewakili 48 penerima bantuan dari Kelurahan Mangundikaran dan Kartoharjo, dengan total bantuan senilai Rp48 juta yang bersumber Zakat Infaq dan Shodaqoh (ZIS).

Dalam sambutannya, Bupati Marhaen Djumadi menyampaikan pemberdayaan masyarakat, tidak cukup hanya dengan memberikan alat atau modal, tetapi juga harus disertai perubahan pola pikir. “Mindset jauh lebih penting dari sekadar hard skill. Mindset yang benar akan melahirkan pengusaha yang tangguh dan mandiri,” tegasnya.

Baca Juga: Harisun : BULOG Siap Bayar GKP Petani Tepat Waktu, Asal Laporan Tidak Dadakan

Lebih lanjut, Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap program sinergi ini dan menyebut bahwa kolaborasi antara BAZNAS, Disnaker, dan pemerintah daerah merupakan bentuk nyata kepedulian bersama dalam membangun ekosistem ekonomi dan ketenagakerjaan yang inklusif. “Kita harus hadir bersama untuk membuka ruang pemberdayaan seluas-luasnya, terutama bagi kelompok rentan dan disabilitas,” ujarnya.

Program bantuan ini merupakan bagian dari sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah untuk menciptakan ekonomi inklusif dan berkeadilan, dengan memberikan akses keterampilan dan modal usaha bagi kelompok rentan.

Baca Juga: Diduga Terpeleset Ke Sungai, Dua Jam Terseret Arus, Lansia Asal Lingkungan Pengkol Warujayeng Ditemukan Tidak Bernyawa

Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk H. Zainal a Arifin menambahkan, lembaganya terus berkomitmen memperluas jangkauan manfaat zakat agar jangkauan program produktif semakin meluas, ” Mari kita suport para ASN dan Abdi Negara untuk terus meningkatkan Pembayaran Zakatnya untuk Ekonomi Masyarakat Nganjuk yang lebih luas ” Ujarnya.

Kegiatan penyerahan bantuan dilakukan bersamaan dengan pembukaan pelatihan kerja selama 10 hari yang diselenggarakan oleh Disnaker Nganjuk. Pelatihan ini menggandeng sejumlah lembaga pelatihan profesional seperti BARBER “CUTTLERS”, “FIRE UP”, LPK “MODES RAHAYU”, dan “CITARUM MOTOR”, serta diikuti oleh 75 pencari kerja dari berbagai wilayah.

Plt. Kepala Disnaker Nganjuk, Samsul Huda, SH., MH., menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang siap pakai sekaligus calon wirausahawan baru. “Pelatihan ini dirancang agar para peserta tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu membuka usaha mandiri,” ujarnya.

Dengan adanya bantuan dan pelatihan ini, diharapkan para penerima dapat meningkatkan produktivitas, kemandirian ekonomi, serta memperluas peluang usaha yang berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan BAZNAS berharap langkah ini menjadi contoh praktik baik dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan sosial berbasis kolaborasi. (Adi)