“Gelombang laut di kisaran 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara,” tambahnya.
Guswanto mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang mungkin terjadi. BMKG terus memantau kemungkinan adanya siklon tropis yang dapat memengaruhi kondisi cuaca di wilayah Indonesia.
Sebelumnya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengajak masyarakat untuk mengurangi kesenjangan antara teknologi kebencanaan dan pemahaman dalam rangka mengurangi risiko bencana.
“Meskipun telah ada peringatan dini untuk melakukan evakuasi, namun tanpa pemahaman tentang mitigasi kebencanaan, kesadaran, keterampilan, dan kemampuan respons yang cepat dan tepat, sistem peringatan dini tersebut akan gagal dalam mencegah terjadinya korban,” ungkapnya.
Dampak dan Ancaman Siklon Tropis 95W Terhadap Cuaca di Indonesia
Dalam beberapa hari mendatang, Indonesia dihadapkan pada ancaman cuaca buruk akibat bibit siklon tropis 95W yang berasal dari Filipina.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa bibit siklon tersebut berpotensi berkembang menjadi siklon tropis yang dapat mempengaruhi beberapa wilayah di Indonesia.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Potensi dampaknya meliputi hujan sedang hingga lebat di Kepulauan Riau (Kepri) dan Kalimantan Utara (Kaltara), serta gelombang laut tinggi dengan kisaran 1,25-4 meter di sejumlah perairan, termasuk Laut Natuna Utara.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang mungkin terjadi.












