Example floating
Example floating
Peristiwa

Waspada! Penipuan Google Maps Mengincar Kantor Imigrasi Secara Masif!

Alfi Fida
×

Waspada! Penipuan Google Maps Mengincar Kantor Imigrasi Secara Masif!

Sebarkan artikel ini
Waspada! Penipuan Google Maps Mengincar Kantor Imigrasi Secara Masif!
Waspada! Penipuan Google Maps Mengincar Kantor Imigrasi Secara Masif!

MEMO

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap penipuan yang marak terjadi melalui Google Maps. Baru-baru ini, ditemukan nomor kontak WhatsApp palsu yang disisipkan dalam informasi alamat di laman Google Maps beberapa Kantor Imigrasi. Penemuan ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya upaya penipuan yang menggunakan fitur Google My Business secara tidak sah.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Direktorat Jenderal Imigrasi Tindak Penipuan Melalui Google Maps

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) baru-baru ini mengeluarkan peringatan kepada masyarakat mengenai maraknya penipuan yang memanfaatkan platform Google Maps. Mereka menemukan adanya nomor kontak WhatsApp palsu yang disisipkan dalam informasi alamat di laman Google Maps sejumlah Kantor Imigrasi. Nomor yang terindikasi sebagai palsu, yaitu 081230030440, ditemukan saat melakukan penelusuran menggunakan aplikasi GetContact.

Temuan ini semakin menguatkan dugaan adanya upaya penipuan, mengingat tidak ada informasi valid mengenai pemilik nomor tersebut. Diduga, fitur Google My Business yang memungkinkan pengguna untuk mengedit informasi bisnis telah disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi, Sandi Andaryadi, dalam siaran persnya pada Senin (12/8), menyatakan, “Kami merasa sangat terganggu dengan situasi ini. Kami akan mengajukan permohonan kepada Google untuk menghapus nomor tersebut dari laman Google Maps dan juga akan meminta operator seluler untuk memblokir nomor tersebut.”

Sandi juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengakses informasi resmi mengenai layanan imigrasi melalui saluran resmi Ditjenim. Ia meminta agar publik tidak mudah percaya pada informasi yang berasal dari sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, terutama yang berkaitan dengan administrasi dan keuangan.

Baca Juga: Duka Bencana Petang Di Kepuhkembeng Jombang Puting Beliung Rusak Rumah Musala Dan Warung Kopi Hingga Warga Alami Trauma

“Selalu lakukan pengecekan ulang, jangan mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Hubungi kontak dan media sosial resmi dari Direktorat Jenderal Imigrasi maupun kantor imigrasi setempat. Anda juga dapat memanfaatkan fitur livechat Ditjen Imigrasi yang tersedia di situs www.imigrasi.go.id pada hari kerja, Senin hingga Jumat, dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB,” jelas Sandi.

Direktorat Jenderal Imigrasi Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan di Google Maps

Direktorat Jenderal Imigrasi telah mengidentifikasi nomor kontak palsu di Google Maps yang berpotensi merugikan masyarakat. Langkah-langkah segera akan diambil untuk menghapus informasi tersebut dari platform dan memblokir nomor yang mencurigakan. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi resmi melalui saluran Ditjenim dan tidak mudah percaya pada sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dengan memanfaatkan layanan resmi dan melakukan pengecekan ulang, diharapkan dapat mencegah penipuan yang berkaitan dengan administrasi dan keuangan.