Blitar, memo.co.id
Rasa syukur akhirnya mengalahkan perbedaan. Puluhan ahli waris dan warga Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, menggelar selamatan di area jalan makam yang baru dibangun, Jumat 20 Desember 2025 pagi.
Baca Juga: PSHT Kabupaten Blitar Murka! Pemkab Dituding Fasilitasi Kegiatan Ilegal Berkedok Halal Bihalal
Selamatan ini menjadi penanda berakhirnya polemik pembangunan jalan makam yang sempat memicu perbedaan pandangan antar ahli waris. Jalan tersebut dibangun untuk memudahkan akses pemakaman warga, terutama saat prosesi pengantaran jenazah.
Aro, perwakilan pemuda Desa Tlogo, mengungkapkan bahwa penolakan sempat muncul dari salah satu ahli waris karena pembangunan paving berdampak pada makam leluhurnya.
Baca Juga: Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar: Efisiensi atau Sekadar Panggung Pencitraan?
“Awalnya memang ada keberatan. Salah satu ahli waris memprotes karena makam keluarganya terdampak pemasangan paving. Tapi setelah dimusyawarahkan, akhirnya bisa menerima karena kepentingannya untuk masyarakat lebih luas,” ujar Aro.
Ia menegaskan, proses pembangunan jalan makam tidak dilakukan secara sepihak. Seluruh tahapan telah melalui koordinasi dan rapat bersama warga serta para ahli waris.
Baca Juga: Halal Bihalal PSHT Blitar, Seruan Perbaikan Diri Lahir dan Batin Menguat
“Karena sudah dibicarakan bersama dan ada kesepakatan, pembangunan bisa berjalan lancar. Ini murni gotong royong warga,” imbuhnya.












