Salah satu fokus utama yang ditekankan Vinanda adalah penyelarasan program pembangunan nasional dengan kebutuhan spesifik di daerah. Ia menyadari bahwa karakteristik Kota Kediri membutuhkan pendekatan yang tepat namun tetap selaras dengan parameter kemajuan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Untuk memastikan keberhasilan implementasi tersebut, Vinanda menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor. Eksekusi program nasional di tingkat kota tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sinergi ini dianggap vital, tidak hanya untuk kelancaran program pembangunan, tetapi juga untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai prasyarat kemajuan ekonomi.
Baca Juga: Vinanda Prameswati Jenguk Petugas Damkar Kediri Korban Tawon
“Kolaborasi bersama jajaran Forkopimda Kota Kediri akan terus kami perkuat. Kami ingin memastikan bahwa seluruh prioritas nasional, mulai dari isu ekonomi hingga kesejahteraan sosial, dapat terlaksana dengan tertib dan kondusif di wilayah kami,” tegas Wali Kota termuda di Indonesia ini.
Secara teknis, Rakornas 2026 kali ini tercatat sebagai salah satu pertemuan koordinasi terbesar. Berdasarkan laporan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, terdapat 4.011 peserta yang hadir.
Baca Juga: Strategi Sinergi Pemerintah Kabupaten Kediri Dukung Visi Besar Presiden Menuju Indonesia Emas 2045
Peserta ini terdiri dari perwakilan kementerian/lembaga, gubernur, bupati, wali kota, pimpinan DPRD, hingga unsur pimpinan dari TNI, Polri, serta Kejaksaan dari seluruh penjuru tanah air. Forum ini sekaligus menjadi ajang pertukaran informasi dan strategi antar-daerah untuk menjawab tantangan tata kelola pemerintahan di masa depan.












