Ia menambahkan, kirab budaya jaranan bukan hanya hiburan bagi masyarakat, tetapi juga media memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan antarwarga.
“Lewat kirab budaya ini kita menanamkan semangat kebersamaan, gotong royong dan kecintaan terhadap budaya lokal,” katanya.
Baca Juga: Kurban Bersama Kader Banteng, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Sembelih 3 Ekor Sapi
Sementara itu, Lurah Blitar, Iwan Purwanto, menjelaskan rangkaian kegiatan Bersih Desa sebenarnya telah dimulai dengan beragam agenda sosial, budaya, hingga keagamaan.
Beberapa kegiatan yang digelar antara lain pertandingan sepak bola antarrukun tetangga, kerja bakti lingkungan, doa lintas agama, khotmil Quran, malam tirakatan, sampai kirab budaya dan kenduri bersama.
Baca Juga: 14 Perguruan Silat Blitar Desak PAW Ketua IPSI, Katiman Dituding Tak Netral
“Rangkaian kegiatan belum selesai. Nanti malam masih ada pagelaran jaranan di lapangan kelurahan,” jelas Iwan.
Melalui tema “Manunggaling Budoyo Hanggayuh Kuncoro”, Pemerintah Kelurahan Blitar berharap tradisi bersih desa dapat semakin mempererat persaudaraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal di tengah kehidupan modern.**











