NGANJUK, MEMO – Dalam hasanah budaya jawa tidak hanya kaya filosofi saja, tapi lebih mendalam lagi kental dengan ajaran budi pekerti luhur sebagai bekal hidup bermasyarakat. Artinya dasar pemahamannya tidak lepas dengan asas lima dalam Pancasila. Tujuannya agar bisa menjadi manusia seutuhnya.
Sebab itu, dalam norma adat Jawa mengedepankan sikap berpikir yang berbudaya Adi luhung untuk menuju keseimbangan hidup. Dalam konsep agama juga diajarkan ” Hablum minallah wa Hablum minannas. Atau pentingnya menjaga hubungan dengan sang pencipta ( Allah) dan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
Baca Juga: 6 Tahun Jalan Desa Jeblok, Warga Tempel Nekat Gelar Aksi Tanam Ratusan Pohon Pisang Di Jalan

Tujuannya untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis,selaras dan seimbang. Harapanya tidak lain adalah agar hidup bisa selalu damai dan tentram jauh dari gesekan sosial.
Baca Juga: Kondisi Situs Peradaban Jawa Kuno Di Baron Kurang Terawat, Begini Tanggapan Pemerhati Budaya....
Berangkat dari konsep itu, tampaknya dijadikan pedoman hidup oleh keluarga besar Mbah Carik Supriyadi bagaimana hidup bisa bermanfaat untuk orang lain.

Hal itu sepertinya diimplementasikan secara real oleh Mbah Carik Supriyadi dalam hidup bermasyarakat. Yaitu mengedepankan misi kemanusiaan.
Misi itu dijalankan oleh Mbah Carik Supriyadi khususnya di lingkungan masyarakat Desa Betet Kecamatan Ngronggot sudah berjalan bertahun tahun . Artinya tidak hanya dalam moment tertentu saja. Seperti rutin mengadakan acara bakti sosial setiap tahunnya yaitu menyantuni anak yatim piatu dan lansia serta kaum dhuafa.

Tidak hanya itu saja, sejak dua tahun silam Mbah Carik Supriyadi juga telah mewakafkan sebidang tanah untuk tempat ibadah kepada lingkungan di Dusun Barik Desa Betet Kecamatan Ngronggot berupa mushola yang diberi nama mushola Al Ikhlas.
Yang bikin surprise lagi, tepatnya pada malam hari ini ( Sabtu,2/08/2025) bersamaan dengan acara pagelaran wayang kulit semalam suntuk menghadirkan dalang kondang asal Jawa Tengah ,Ki Anom Dwijo Kangko dengan mengambil lakon ” Tumurune Wahyu Ketentreman “.












