Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
KEDIRI RAYA

Trenggalek Didera Longsor Tengah Malam: Tebing Setinggi Rumah Ambrol, Kerugian Jutaan Rupiah!

A. Daroini
×

Trenggalek Didera Longsor Tengah Malam: Tebing Setinggi Rumah Ambrol, Kerugian Jutaan Rupiah!

Sebarkan artikel ini
Trenggalek Didera Longsor Tengah Malam

Trenggalek, Memo |
Bencana tanah longsor menerjang ketenangan malam di Dusun Jajar, Desa Bangun, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, pada Rabu (14/05/2025) dini hari sekitar pukul 03.40 WIB.

Peristiwa alam ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang terus mengguyur kawasan tersebut sejak Selasa (13/05/2025) sore, menyebabkan labilnya struktur tanah perbukitan.

Baca Juga: Terduga Pelaku Arisan Online Kediri Diamankan Polisi Usai Mediasi Alot

Menurut keterangan dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, longsor terjadi pada sebuah tebing dengan ketinggian mencapai 25 meter dan lebar sekitar 4 meter, yang berlokasi persis di bagian belakang kediaman milik warga bernama Joko Sutrisno.

Massa tanah dan bebatuan yang longsor menghantam dinding kamar mandi rumah tersebut dengan kekuatan sedemikian rupa hingga jebol, mengakibatkan kerusakan dengan dimensi perkiraan panjang 2,5 meter dan tinggi 2 meter.

Baca Juga: Kota Kediri Bidik Tuan Rumah Porprov Jatim 2029 Sport Tourism Kediri Dongkrak Ekonomi Kota

“Syukur Alhamdulillah, dalam insiden alam ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa. Namun demikian, kerugian materiil yang ditimbulkan diperkirakan mencapai angka Rp15 juta,” ungkap Stefanus kepada awak media.

Tim Reaksi Cepat (TRC) dari tingkat Kecamatan Munjungan bergerak sigap bersama elemen TNI, Polri, perangkat desa setempat, serta partisipasi aktif dari masyarakat sekitar untuk melakukan asesmen lokasi terdampak dan membersihkan material longsor yang menutupi area tersebut.

Baca Juga: Pelatihan Penanganan Stroke Tenaga Kesehatan Kediri Tekan Risiko Kematian

Di samping itu, BPBD Kabupaten Trenggalek juga telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah dengan tingkat kerawanan longsor tinggi, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya longsor susulan, terutama saat kondisi cuaca menunjukkan hujan deras dengan durasi yang lama.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga yang mendiami zona rawan pergerakan tanah agar lebih berhati-hati dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mendapati tanda-tanda awal akan terjadinya longsor,” tambah Stefanus menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mitigasi bencana.

Hingga saat ini, situasi di lokasi longsor dilaporkan relatif stabil dan aman, namun demikian, tingkat kesiapsiagaan tetap ditingkatkan sebagai langkah antisipatif guna mencegah kemungkinan terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.