Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
KEDIRI RAYA

Pelatihan Penanganan Stroke Tenaga Kesehatan Kediri Tekan Risiko Kematian

A. Daroini
×

Pelatihan Penanganan Stroke Tenaga Kesehatan Kediri Tekan Risiko Kematian

Sebarkan artikel ini
Pelatihan Penanganan Stroke Tenaga Kesehatan Kediri Tekan Risiko Kematian

KEDIRI, Memo – Pelatihan penanganan stroke tenaga kesehatan Kediri menjadi langkah krusial untuk menghadapi lonjakan kasus penyakit tidak menular tersebut secara nyata di lapangan. Dinas Kesehatan Kota Kediri secara maraton menggelar program On The Job Training (OJT) sejak 22 hingga 24 Juni 2026.

Kegiatan intensif ini mengumpulkan para dokter, pengelola program, dan perawat dari seluruh puskesmas se-Kota Kediri di sebuah hotel. Tujuannya sangat terarah, yakni mempertajam keahlian ujung tombak pelayanan medis agar lebih sigap menangani kegawatdaruratan warga.

Baca Juga: Peningkatan Kapasitas Admin Halo MasBup Penting, Ini Terobosan Diskominfo Kab Kediri

Alasan Pentingnya Pelatihan Penanganan Stroke Tenaga Kesehatan Kediri

Saat ini fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas memegang peranan sangat vital bagi kelangsungan hidup pasien. Pusat layanan masyarakat ini dituntut selalu siap memberikan pertolongan paling awal yang bisa menyelamatkan nyawa seseorang.

Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi kebutuhan penting agar pelayanan yang diberikan dapat berjalan optimal,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Hamidah SpP.

Baca Juga: Cara Pemkab Kediri Naikkan PAD Lewat Inovasi Digitalisasi Untuk Kemandirian Fiskal Daerah

Tingginya penderita darah tinggi dan gaya hidup tidak sehat belakangan ini berbanding lurus dengan tren peningkatan serangan stroke. Penyakit degeneratif ini secara konsisten masih menduduki peringkat atas sebagai salah satu pembunuh paling mematikan.

“Kondisi tersebut menuntut adanya penanganan yang cepat dan tepat mulai dari deteksi dini gejala pertolongan pertama sistem rujukan hingga pendampingan pasca perawatan,” jelas dr Hamidah.

Baca Juga: Bantuan Rombong Kontainer Bupati Kediri Mas Dhito Bikin Lapak Bunga Mbah Minem Makin Menarik

Fokus Edukasi dalam Pelatihan Penanganan Stroke Tenaga Kesehatan Kediri

Materi yang disuguhkan dalam pertemuan ini sangat berbobot dengan menghadirkan jajaran dokter spesialis saraf ternama. Di antaranya ada dr Alfian SpN, dr Indrawan Tri Purnomo SpN, spesialis gizi dr Rr Hessi Harisawati MKes SpGK, serta tim pakar dari tingkat provinsi.

Seluruh peserta dibekali ilmu taktis mulai dari cara cepat mengenali tanda awal serangan, sistem rujukan berjenjang, sampai tata laksana pemulihan pasien. Mereka juga membedah pentingnya diet khusus dan asupan gizi yang aman bagi masa penyembuhan.

“Di lokasi ini peserta juga mendapatkan materi terkait peran gizi dalam penanganan stroke termasuk asupan makanan yang dianjurkan maupun yang perlu dihindari oleh penderita,” papar dr Hamidah kepada para tenaga medis.

Sistem Rujukan Tepat Hindari Kefatalan

Pemahaman alur evakuasi disesuaikan dengan tingkat kegawatan pasien saat serangan terjadi di rumah atau jalan. Jika ada warga yang mendadak jatuh tak sadarkan diri, mereka wajib langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat rumah sakit terdekat tanpa perlu surat rujukan puskesmas.

Namun beda ceritanya jika kondisi korban masih sadar walau separuh badannya lemas dan area mulut tampak asimetris. Pasien dengan kriteria ini bisa dibawa ke puskesmas terlebih dahulu untuk menstabilkan tekanan darah dan mendapat penanganan pertama.

Upaya Preventif Melengkapi Pelatihan Penanganan Stroke

Penanganan medis di ruang gawat darurat tidak akan maksimal tanpa dibarengi kesadaran tinggi dari masyarakat itu sendiri. Tenaga medis yang telah dilatih kini mengemban misi khusus untuk makin gencar melakukan edukasi dan upaya preventif di lingkungan sekitar.

Ancaman fatal ini sejatinya tidak muncul tiba-tiba, melainkan dipicu oleh riwayat penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes melitus. Menerapkan pola hidup sehat sedini mungkin adalah satu-satunya perisai pelindung yang paling ampuh.

“Oleh karena itu prinsip utama dalam pengendalian stroke adalah pencegahan sejak dini,” tegas dr Hamidah menutup arahannya.

Ke depannya, masyarakat luas bisa memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara rutin agar anomali pada tubuh cepat terdeteksi. Pelatihan ini diharapkan membawa dampak nyata bagi puskesmas untuk bertindak lebih tanggap, terintegrasi, dan meminimalisir angka kecacatan maupun kematian.