Ia mempertanyakan kemana larinya selisih anggaran tersebut, menekankan bahwa mark-up sebesar itu harus diteliti secara mendalam untuk mencari siapa pihak yang bertanggung jawab atas keputusan tersebut.
Penyelidikan KPK dan Dukungan dari Publik
Menanggapi desakan publik dan informasi dari Mahfud Md, KPK menunjukkan respons cepat dan serius. Sejak 16 Oktober 2025, KPK telah mengimbau Mahfud Md untuk membuat laporan resmi, dan pada 26 Oktober 2025, Mahfud menyatakan kesiapannya untuk dipanggil dan memberikan keterangan.
Baca Juga: Waspada Modus Baru Narkoba Cair Dalam Vape Incar Generasi Muda Indonesia
Puncak dari perkembangan ini terjadi pada 27 Oktober 2025, ketika KPK secara resmi mengumumkan bahwa dugaan korupsi terkait proyek Kereta Whoosh telah naik ke tahap penyelidikan sejak awal tahun 2025.
Chairul Huda mendukung langkah KPK untuk menelusuri rantai pertanggungjawaban setelah kerugian negara dipastikan, bahkan ia menyebutkan pentingnya menelusuri keterlibatan mantan Presiden Jokowi terkait tahapan pengadaan proyek yang digarap dengan utang dari Tiongkok itu.
Baca Juga: Kepergok Hendak Cabuli Nenek 82 Tahun, Pria di Gowa Nyaris Diamuk Massa
Keterbukaan KPK dan dorongan dari pakar hukum ini mengirimkan pesan optimis bagi masyarakat: Proyek strategis nasional, sekakakap dan sebesar apapun, harus dijalankan dengan prinsip akuntabilitas tertinggi. Penegakan hukum bertekad menjamin setiap rupiah anggaran negara digunakan secara efisien dan transparan.












