Example floating
Example floating
Peristiwa

Tradisi Syawalan Mangkunegaran Hidup Kembali Setelah 10 Tahun Mati

Avatar
×

Tradisi Syawalan Mangkunegaran Hidup Kembali Setelah 10 Tahun Mati

Sebarkan artikel ini

MEMO – Istana Mangkunegaran Solo kembali menghidupkan tradisi luhur “Syawalan” pada Senin (7/4/2025), sebuah momen yang sangat dinanti setelah absen selama kurang lebih satu dekade. Perayaan Syawalan di Mangkunegaran memiliki akar sejarah yang kuat, diwariskan sejak masa kepemimpinan KGPAA Mangkunagoro I, sang pendiri dinasti pada abad ke-18.

Dalam undangan resmi yang beredar luas, acara ini bertajuk “Riyaya Kupat, Halalbihalal Syawalan”, yang diselenggarakan pada tanggal 7 April, bertepatan dengan tanggal 8 Syawal dalam kalender Hijriah.

Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

Dalam tradisi masyarakat Jawa, tanggal 8 Syawal memiliki makna khusus sebagai hari raya bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa Syawal, yang umumnya dilaksanakan mulai tanggal 2 hingga 7 Syawal.

Tanggal 8 Syawal menandai berakhirnya ibadah Puasa Syawal, yang kemudian dirayakan dengan tradisi “Bakda (Riyaya) Kupat”. Mangkunegaran dengan bangga menunjukkan komitmennya dalam melestarikan tradisi yang telah mengakar kuat di masyarakat Islam Jawa ini.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Penguasa Istana Mangkunegaran saat ini, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunagoro X, mengungkapkan kegembiraannya atas kembalinya tradisi Syawalan di Mangkunegaran.

“Saya sangat senang hari ini bisa bersilaturahmi dengan keluarga, para abdi dalem, serta masyarakat baik dari Solo maupun dari luar kota. Ternyata masih banyak yang sedang menikmati liburan di Solo atau sedang mudik dan menyempatkan diri untuk bersilaturahmi bersama-sama,” tutur KGPAA Mangkunagoro X dengan penuh sukacita.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Lebih lanjut, KGPAA Mangkunagoro X berharap bahwa dengan dihidupkannya kembali tradisi Syawalan ini, Mangkunegaran dapat terus mempererat hubungannya dengan masyarakat dan merayakan momen-momen istimewa bersama.

“Semoga Mangkunegaran dapat terus semakin dekat dengan masyarakat dan senantiasa merayakan momen-momen spesial dalam kehidupan kita semua,” harap beliau.