Example floating
Example floating
Peristiwa

Tradisi Syawalan Mangkunegaran Hidup Kembali Setelah 10 Tahun Mati

Avatar
×

Tradisi Syawalan Mangkunegaran Hidup Kembali Setelah 10 Tahun Mati

Sebarkan artikel ini

Pengageng Kawedanan Panti Budaya di Pura Mangkunegaran, Ancillasura Marina Sudjiwo (Gusti Sura), menegaskan bahwa tradisi Syawalan ini akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya. “Acara ini akan terus kami selenggarakan setiap tahun, berlandaskan pada prinsip Hanebu Sauyun,” ujarnya dengan mantap.

Hanebu Sauyun sendiri merupakan filosofi luhur yang dipegang teguh sejak masa kepahlawanan Pangeran Sambernyawa (kelak dikenal sebagai Mangkunagoro I). Pangeran Sambernyawa memiliki cita-cita agar seluruh kerabat, abdi dalem, dan masyarakat dapat hidup rukun serta bersatu padu.

Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

Mangkunagoro I menyadari betul bahwa perjuangannya melawan penjajah mendapatkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang etnis dan agama. Persatuan antara Pangeran Sambernyawa dan rakyatnya diibaratkan seperti batang tebu yang terendam air (hanebu sauyun), di mana keduanya tidak dapat dibedakan satu sama lain.

“Acara syawalan ini bertujuan untuk mengumpulkan seluruh kerabat Mangkunegaran dan juga para abdi dalem, untuk mempererat tali silaturahmi,” jelas Gusti Sura.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Dilihat dari format acaranya, “Syawalan” di Mangkunegaran memiliki kemiripan dengan acara halal bi halal pada umumnya. Sebagai tuan rumah, acara ini juga dapat diartikan sebagai acara “open house” yang diselenggarakan oleh KGPAA Mangkunagoro X.

Hal ini berbeda dengan ritual adat “Grebeg Syawal” yang diadakan di Keraton Kasunanan Surakarta. Grebeg Syawal merupakan ritual arak-arakan sedekah dari Raja Kasunanan Surakarta, Paku Buwono, yang kemudian diserahkan kepada Masjid Agung, di mana masyarakat diperbolehkan mengambil sedekah tersebut.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum