Example floating
Example floating
Home

Tradisi Bersih bersih Sendang , Sumber Air Utama hingga Petilasan Para Wali

A. Daroini
×

Tradisi Bersih bersih Sendang , Sumber Air Utama hingga Petilasan Para Wali

Sebarkan artikel ini

Meski sederhana, nampak para warga desa menonton di sekitar bibir sendang. Karena Sendang Mudal inilah yang menjadi penyokong kehidupan mereka selama ratusan tahun. Puluhan pipa paralon ini akan menghisap air sendang langsung menuju ke rumah warga. Uniknya, air selalu tersedia meskipun tiap harinya dipakai oleh warga.

Tak hanya membersihkan air di dalam sendang, para warga juga turut membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar paralon di atas Sendang Mudal. Bekerja sama merawat mata air kehidupan mereka.

Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan

Terik mentari sekan tak terasa, berkat naungan pohon besar yang menyeimbangkan air di dalam sendang. Pohon besar ini juga menjadi penyimpan air tatkala kemarau melanda.

Larut dalam kebersamaan, warga desa Sugihmanik menyantap masakan sederhana sebagai pengisi tenaga yang terdiri dari nasi, peyek, sayur, hingga ayam.

Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb

Pelaksanaan kuras Sendang Mudal memakan waktu kurang lebih 1 jam. Setelah prosesi kuras sendang selesai, dilanjutkan dengan acara Langen Tayub yang diadakan di “Balai Panjang” (banguan peninggalan Kanjeng Sunan Kalijaga). Acara tersebut sebagai acara puncak dalam prosesi Merti Bumi / Sedekah Bumi.

Lantunan gamelan dan tarian tradisional meramaikan pagelaran Langen Tayup seusai menguras Sendang Mudal. Di sini para warga diperkenankan ikut menari bersama alunan gamelan. Acara Langen Tayub tersebut harus selesai sebelum masuk waktu sholat azar. Jika peraturan dilanggar, dipercaya akan ada musibah yang menimpa warga desa Sugihmanik.

Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional