Dalam kesempatan yang sama, Budi menyatakan keprihatinannya atas praktik perundungan yang sering terjadi pada mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), termasuk pada tahap pendidikan dokter umum, internship, dan dokter spesialis di rumah sakit pendidikan.
Salah satu contoh kasus perundungan yang membuat Budi prihatin adalah ketika para mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis dijadikan sebagai ‘ATM berjalan’ oleh para senior untuk memenuhi kebutuhan mereka di luar pendidikan.
Baca Juga: Fesyen & Kecantikan Indonesia Mendunia! IFA 2025 Jadi Gerbang Menuju Pasar Global
“Kelompok ini yang membuat saya terkejut, berhubungan dengan uang. Banyak junior yang diminta untuk mengumpulkan uang, ada yang mencapai jutaan, puluhan juta, bahkan ada yang mencapai ratusan juta,” ungkap Budi.
Budi Gunadi Sadikin Komitmen Berantas Perundungan di Pendidikan Kedokteran
Menurut Menkes, uang yang dikumpulkan dari para junior ini biasanya digunakan oleh para senior untuk kepentingan pribadi, seperti menyewa rumah, makan malam, hingga menyewa lapangan dan sepatu olahraga setiap minggu.
“Uang-uang tersebut digunakan untuk menyediakan tempat bagi para senior untuk berkumpul. Kontraknya seharga 50 juta per tahun, yang kemudian dibagi rata dengan para junior,” jelas Menkes.
“Atau jika ada praktik, mereka sering bekerja hingga malam dan rumah sakit memberikan makan malam, tetapi makan malamnya tidak sesuai selera. Mereka menginginkan makanan Jepang. Jadi, setiap malam, mereka harus mengeluarkan uang sebesar 5 juta hingga 10 juta untuk memberikan makanan Jepang kepada semua orang,” lanjutnya.
Selain itu, Menkes juga menemukan kasus di mana para senior secara terang-terangan meminta para junior untuk membelikan mereka telepon genggam atau iPad baru.
Sebagian besar korban merasa takut untuk melaporkan kasus perundungan yang mereka alami. Dan sebagai bentuk ‘balas dendam’, para korban tersebut kemudian melakukan hal serupa ketika mereka telah menjadi senior.
Menurut Budi, “Para junior tidak berani melaporkan kasus perundungan ini. Akibatnya, ketika mereka menjadi senior, mereka melakukan hal yang sama kepada junior baru.”
Menteri Kesehatan Luncurkan Situs dan Saluran Siaga Lawan Perundungan di Rumah Sakit
Dengan adanya langkah-langkah konkret dan komitmen dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, diharapkan masalah perundungan di lingkungan pendidikan kedokteran dapat diatasi dengan baik.
Dukungan terhadap para korban dan sanksi bagi pelaku perundungan akan menjadi landasan kuat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung bagi para calon tenaga medis di Indonesia












