Salah satu foto yang menarik adalah yang diambil dari ketinggian 70 kilometer di atas permukaan Bulan. Foto ini menggambarkan Mare Marginis, sebuah bintik hitam besar yang terbentuk akibat hantaman asteroid kuno di tepi ekstrem sisi dekat Bulan.
Foto lainnya, yang diambil pada tanggal 20 Agustus dari sudut pandang yang lebih dekat saat wahana antariksa melintas, menunjukkan medan abu-abu berdebu di Bulan.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
Badan antariksa India mengungkapkan bahwa wahana ini dapat menentukan posisinya sendiri dengan cara mencocokkan gambar yang diambil oleh kamera-kamera dengan peta Bulan yang telah diprogram ke dalam komputer di dalam pesawat.
Misi Chandrayaan-3, yang artinya ‘kendaraan bulan’ dalam bahasa Sansekerta, diluncurkan dari Pusat Antariksa Satish Dhawan di Sriharikota, negara bagian Andhra Pradesh, India selatan, pada tanggal 14 Juli. Misi ini merupakan upaya kedua India untuk mendarat di Bulan.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Upaya pertama pada tahun 2019 dengan Chandrayaan-2 mengalami kendala saat mendarat akibat masalah perangkat lunak dan kesulitan dalam proses pengereman.
Chandrayaan-3: India Bersiap Menciptakan Sejarah dengan Pendaratan di Bulan
Misi Chandrayaan-3 adalah langkah besar India dalam eksplorasi antariksa. Kendati upaya pertama dengan Chandrayaan-2 mengalami hambatan, negara ini tidak pernah berhenti berusaha. Dengan keterampilan dan pengetahuan yang terus berkembang, India siap untuk mengukir sejarah di Bulan.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Pendaratan yang sukses akan menginspirasi generasi berikutnya dalam menjelajahi dunia di luar bumi dan mendorong inovasi dalam penelitian antariksa.












