Terpisah dikatakan Kepala Desa Banjaranyar , Samsul Anam mengakui adanya rencana bedah rumah tersebut tapi akhirnya tidak jadi dilaksanakan.
Yang pasti dari pihak desa pernah mencarikan terobosan bantuan dana bedah rumah ke LAZIZNU maupun ke BAZNAS. Tapi ditunggu sampai sekarang belum juga turun.
Baca Juga: Kondisi Situs Peradaban Jawa Kuno Di Baron Kurang Terawat, Begini Tanggapan Pemerhati Budaya....

” Untuk anggaran bantuan bedah rumah yang bersumber dari dana desa pagunya hanya 10 juta. Itupun untuk dua unit rumah. Jadi satu rumah hanya dianggarkan Rp 5 juta,memang kemampuan dana desa segitu,” bebernya.
Disinggung batalnya renovasi salah satunya karena status pemiliknya masih bujangan dibantah oleh Samsul bahwa itu tidak benar.

” Itu tidak masuk syarat bedah rumah. Info itu tidak benar tolong diluruskan,” pungkasnya.
Dari hasil pantauan wartawan memo.co.id di lokasi pada hari ini ( Kamis,6/11/2025) diinformasikan kondisi fisik bangunan rumah milik Pipit sudah mengalami rusak berat. Di setiap sudut bangunan sangat mengawatirkan .
Atap dan plafon yang berbahan dari bambu nyaris habis dimakan rayap. Kondisinya sudah jebol dan sewaktu waktu berpotensi ambrol.
Sementara itu saat wartawan memo.co.id ingin klarifikasi keberadaan Pipit sekarang dan bagaimana kelanjutan rencana bedah rumah tersebut belum bisa terhubung ke nomer WhatsApp milik Pipit. ( Adi)












