Example floating
Example floating
BLITAR

Tenaga Kebersihan Jadi Korban, Rekrutmen RS Mardi Waluyo Bobrok, Diduga Sarat Titipan Orang Dekat Penguasa

Prawoto Sadewo
×

Tenaga Kebersihan Jadi Korban, Rekrutmen RS Mardi Waluyo Bobrok, Diduga Sarat Titipan Orang Dekat Penguasa

Sebarkan artikel ini

“Kami ini rakyat kecil. Semua persyaratan kami penuhi pakai uang sendiri. Tapi ujung-ujungnya dibatalkan begitu saja,” keluh salah satu korban.

Sementara itu, Plt Direktur RS Mardi Waluyo dr. Bernard Theodore Ratulangi, Sp.PK, saat dikonfirmasi Memo.co.id mengaku tidak mengetahui secara detail persoalan tersebut.

Baca Juga: SPPG Tlumpu Disorot, Menu MBG di SMAN 1 Kota Blitar Dinilai Tak Layak, IPAL Bermasalah

“Itu saya tidak tahu persis ya. Artinya PT hanya menyampaikan adanya kesalahan teknis. Kami sendiri pusing dengan persoalan ini,” ujarnya, Jumat 2 Januari 2025.

Ia juga mengaku pihak rumah sakit sempat melakukan briefing kepada tenaga kebersihan yang dinyatakan lolos.

Baca Juga: Era Digital dan Tantangan Akurasi, Jairi Irawan Gelar Diskusi Bersama Jurnalis Blitar

“Sudah kami briefing mengenai tugas-tugasnya, tapi oleh pihak PT malah diganti orang-orangnya,” katanya.

Menurutnya, pihak rumah sakit juga telah menegur perusahaan rekanan tersebut.

Baca Juga: Retribusi atau Pungli? Jalur Perbatasan Blitar–Malang Disorot

“Kami sudah menegur PT-nya. Kok bisa seperti itu. Tapi soal penggantian pekerja, kami tidak tahu. Kalau terkait titipan, saya tidak tahu sama sekali,” tegas dr. Bernard.

Ia menambahkan, jika benar ada tekanan eksternal, dampaknya justru dirasakan oleh pihak rumah sakit.

“Kalau seperti ini, rumah sakit juga yang kena dampaknya, padahal itu bukan kesalahan kami. Tanggung jawab rekrutmen ada di PT,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT Sasana Bersaudara Indonesia belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi Memo.co.id melalui pesan WhatsApp tidak dibalas, sementara panggilan telepon juga tidak direspons meski nomor yang bersangkutan terpantau aktif.

Kisruh rekrutmen tenaga kebersihan ini menambah panjang daftar persoalan tata kelola di RS Mardi Waluyo. Transparansi, profesionalitas, dan keadilan dalam proses rekrutmen kembali dipertanyakan. Di tengah hiruk pikuk kepentingan, para pencari kerja justru menjadi korban nyata.

Memo.co.id akan terus menelusuri dan mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna mengungkap duduk perkara sebenarnya.