Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Teknodigi

Teknologi Canggih! Anthrobot: Robot Hidup Penyembuh Luka Terbaru!

Alfi Fida
×

Teknologi Canggih! Anthrobot: Robot Hidup Penyembuh Luka Terbaru!

Sebarkan artikel ini
Teknologi Canggih! Anthrobot: Robot Hidup Penyembuh Luka Terbaru!
Teknologi Canggih! Anthrobot: Robot Hidup Penyembuh Luka Terbaru!

MEMO

Sebuah terobosan ilmiah menciptakan anthrobot, robot hidup terbuat dari sel manusia yang diklaim memiliki potensi penyembuhan luka dan jaringan rusak. Penelitian kolaboratif antara Tufts University dan Harvard University’s Wyss Institute mengungkap penciptaan teknologi revolusioner ini dari sel-sel trakea manusia, menjanjikan aplikasi medis yang menarik.

Anthrobot: Robot Hidup dari Sel Manusia untuk Penyembuhan Luka

Sejumlah ilmuwan berhasil mengembangkan sebuah robot kecil yang menggunakan sel manusia yang mampu menyembuhkan luka atau jaringan yang rusak. Tim dari Tufts University dan Harvard University’s Wyss Institute menyebutnya sebagai anthrobot.

Dari penelitian sebelumnya, ilmuwan telah membuat robot hidup pertama, atau xenobot, dari sel punca yang berasal dari embrio katak Afrika (Xenopus laevis). Penelitian terkait ini telah diterbitkan dalam jurnal Advanced Science pada Kamis (30/11).

Menurut Michael Levin, seorang profesor biologi Vannevar Bush di School of Arts & Sciences, Tufts, ada anggapan bahwa fitur-fitur xenobot terkait dengan embrio dan amfibi. Namun, Levin merasa bahwa hal tersebut tidak berhubungan dengan embrio dan jenis hewan tertentu saja.

Ia menganggap fitur tersebut merupakan sifat yang lebih umum dari makhluk hidup, menunjukkan bahwa kita belum sepenuhnya menyadari potensi yang dimiliki oleh sel-sel tubuh kita.

Levin juga menegaskan bahwa anthrobot, meskipun hidup, bukanlah organisme yang lengkap karena tidak memiliki siklus hidup yang utuh. Dia mengatakan bahwa mempertimbangkan kategori biner seperti robot, hewan, atau mesin tidaklah membantu. Kita perlu melampaui batasan-batasan itu.

Dalam proses pembuatannya, ilmuwan menggunakan sel manusia dewasa dari trakea atau batang tenggorokan yang berasal dari donor anonim dari berbagai usia dan jenis kelamin. Mereka memilih sel-sel ini karena relatif mudah diakses dalam penelitian terkait Covid-19 dan penyakit paru-paru. Selain itu, sel-sel ini memiliki fitur yang diyakini ilmuwan mampu membuatnya mampu bergerak.

Gizem Gumuskaya, salah satu penulis studi tersebut yang juga mahasiswa doktoral di Tufts, menjelaskan bahwa sel-sel trakea dilapisi dengan silia, proyeksi mirip rambut yang membantu mendorong partikel-partikel kecil di saluran udara paru-paru.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sel-sel tersebut dapat membentuk organoid, gumpalan sel yang banyak digunakan untuk penelitian.

Dalam percobaan tersebut, Gumuskaya bereksperimen dengan komposisi kimia dari kondisi pertumbuhan sel trakea untuk membuat silia menghadap ke luar pada organoid. Setelah menemukan matriks yang tepat, organoid mulai bergerak setelah beberapa hari, di mana silia bertindak seperti dayung.

Penciptaan Anthrobot dan Potensi Aplikasi Medisnya yang Menjanjikan

Anthrobot yang diciptakan oleh tim peneliti memiliki berbagai bentuk dan ukuran. Beberapa berbentuk bulat dan sepenuhnya tertutup silia, sementara yang lain berbentuk bola dengan penutupan silia yang tidak beraturan.

Mereka juga bergerak dengan cara yang berbeda-beda, seperti bergerak lurus, berputar dalam lingkaran rapat, atau duduk dan menggeliat. Mereka dapat bertahan hingga 60 hari dalam kondisi laboratorium.

Meskipun eksperimen yang dilakukan masih pada tahap awal, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah anthrobot dapat memiliki aplikasi medis. Para peneliti ingin memeriksa apakah anthrobot mampu bergerak di atas neuron manusia yang rusak untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Levin dan Gumuskaya menyatakan bahwa penelitian ini memberikan dasar untuk penggunaan bio-bot dalam bidang medis di masa depan. Mereka menyatakan bahwa anthrobot menunjukkan perilaku yang mengejutkan dalam berinteraksi dengan neuron manusia yang rusak, menunjukkan potensi aplikasi yang luas baik di laboratorium maupun pada manusia.

Kedua peneliti juga menegaskan bahwa anthrobot ini tidak menimbulkan masalah etika atau keamanan. Mereka tidak dibuat dari embrio manusia, penelitian yang sangat dibatasi, atau dimodifikasi secara genetik.

Selain itu, mereka tinggal dalam lingkungan laboratorium yang sangat terbatas sehingga tidak ada kemungkinan keluar dari lingkungan tersebut.

Levin menambahkan bahwa anthrobot memiliki masa hidup alami sehingga setelah beberapa minggu, mereka akan terurai secara alami dalam lingkungan yang diberikan.

Anthrobot: Robot Hidup dari Sel Manusia yang Potensial dalam Penyembuhan, Studi dari Tufts dan Harvard Ungkap

Kendati masih dalam tahap awal penelitian, anthrobot menjanjikan berbagai kemungkinan penggunaan di bidang medis. Potensinya dalam penyembuhan luka atau kerusakan jaringan memberikan pandangan optimis dalam menghadapi tantangan kesehatan manusia.

Sementara masalah etika dan keamanan masih menjadi perhatian, tim peneliti meyakinkan bahwa anthrobot hidup dalam lingkungan laboratorium yang terbatas, sehingga tidak ada risiko keluar atau bertahan hidup di luar lingkungan tersebut.

 

 

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini