Masa panennya disampaikan juga oleh Jusuf setiap tiga bulan sekali. Berarti dalam satu tahunnya bisa panen sebanyak tiga kali. Jadi kalau jumlah benih ikan yang dibantukan sebanyak 60 ribu maka dalam sekali panen bisa menghasilkan berat kotor sekitar 6 ton.
” Karena dalam satu tahun bisa panen 3 kali maka berat kotor bisa mengjasilkan kisaran 18 ton ikan lele segar. Melalui program ini semoga bisa menopang kebutuhan usaha di KDMP dan bisa dijadikan bahan konsumtif di MBG,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Klurahan, Suhadi, S.E menambahkan bahwa dengan bantuan ini diprioritaskan untuk dimasukkan bagian dari unit usaha KDMP Klurahan.
Baca Juga: Respect Sosial Spirit AWN Peduli Kaum Marginal, Begini Kiprahnya...
” Harapanya dengan hadirnya usaha budidaya ikan tematik ini bisa menghidupkan perputaran modal dan laba KDMP. Tentunya juga bisa memberikan keuntungan khususnya bagi seluruh anggota KDMP,” jelas Suhadi
Tidak kalah pentingnya masih kata Suhadi, dengan budidaya ini untuk jangka panjangnya bisa untuk mensuplay kebutuhan ikan di dapur MBG yang ada di Desa Klurahan.

” Atas nama pemerintah desa , saya mengucapkan beribu terimakasih atas bantuan benih ikan lele dari kementrian kelautan dan perikanan semoga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat khususnya para anggota KDMP di desa kami,” tuturnya.
Untuk diketahui dalam acara louncing tabur benih ikan lele di Desa Klurahan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Nganjuk, Cuk Widiyanto, Camat Ngronggot ,Muhammad Makrup, Danramil Ngronggot, Kapten Joko Setiyoko beserta jajaran penyuluh dan para anggota KDMP. ( Adi )












