Example floating
Example floating
Home

Target Ambisius Jokowi Tahun 2024, Tantangan Besar Terjawab!

Alfi Fida
×

Target Ambisius Jokowi Tahun 2024, Tantangan Besar Terjawab!

Sebarkan artikel ini
Target Ambisius Jokowi Tahun 2024, Tantangan Besar Terjawab!
Target Ambisius Jokowi Tahun 2024, Tantangan Besar Terjawab!

“Diperlukan usaha yang besar, oleh karena itu, perlu perbaikan total dalam pengumpulan data dan program-program yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi yang massif,” paparnya.

Lebih lanjut, menurutnya, target tersebut akan semakin sulit dicapai karena adanya perubahan dalam biaya kebutuhan hidup sehari-hari yang ditetapkan oleh Bank Dunia. Sebagaimana diketahui, Bank Dunia telah mengubah garis kemiskinan ekstrem dari US$ 1,90 menjadi US$ 2,15 per kapita per hari.

Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional

Dengan penggunaan angka US$ 2,15, pemerintah hanya akan mampu menurunkan angka kemiskinan ekstrem menjadi 2,5%.

Dengan demikian, jika pemerintah menggunakan indikator US$ 1,9 per kapita per hari, penurunan tingkat kemiskinan ekstrem hanya dapat dicapai di level 1,2%. Namun, Suharso tetap memastikan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk mencapai target tersebut.

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum

Tantangan Mencapai Target Kemiskinan Ekstrem: Analisis dan Proyeksi untuk Tahun 2024

Meskipun Presiden Jokowi menegaskan tekadnya untuk mengurangi kemiskinan ekstrem menjadi 0%, para menteri seperti Muhadjir Effendy dan Suharso Monoarfa menyatakan keraguan mereka terhadap ketercapaian target tersebut.

Muhadjir menyebutkan bahwa penurunan signifikan yang sudah terjadi sebelumnya masih belum cukup untuk mencapai angka nol persen. Begitu pula dengan Suharso, yang menyoroti kompleksitas tantangan yang dihadapi, terutama dengan revisi Bank Dunia terhadap garis kemiskinan ekstrem.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Kesulitan dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem ini juga dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk jumlah populasi yang besar dan perubahan biaya kebutuhan hidup. Dengan demikian, upaya pemerintah untuk mencapai target tersebut memerlukan langkah-langkah konkret yang terintegrasi secara menyeluruh serta pemberdayaan ekonomi yang massif.