“Ayo Pak Dandim kita agendakan kapan,”jawabnya.
Selain itu Letkol Inf Dhavid menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara TNI dan lingkungan pesantren.
Disampaikan Dia, hubungan historis antara santri dan tentara menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menyebut dirinya merupakan lulusan Akademi Militer tahun 2006 asal Bondowoso, Jawa Timur, dengan pengalaman dinas di berbagai satuan, mulai dari tugas pertama di Kodam I/Bukit Barisan selama delapan tahun hingga akhirnya dipercaya menjabat sebagai Dandim 0809/Kediri pada Oktober 2025.
Terpisah, KH Sunarto mengaku haru dan bersyukur atas kunjungan tersebut.
Dikatakannya, silaturahmi ini menjadi langkah positif dalam memperkuat sinergi yang telah terjalin selama ini antara TNI dan kalangan pesantren.
“Kami menyambut baik kehadiran Dandim beserta jajaran. Ke depan, kami siap mendukung program-program yang melibatkan pembinaan wawasan kebangsaan, termasuk pembekalan bela negara bagi para santri,” ungkapnya.
Terlebih Ponpes Wali Barokah selama ini berfokus pada tiga pilar utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi. Pihaknya juga siap berkolaborasi dalam berbagai program, seperti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) serta kegiatan penguatan nasionalisme di lingkungan pesantren.
“Dalam waktu dekat kita akan gelar kegiatan Wawasan Kebangsaan, (Wasbang) kepada elemen santri bersama dengan Dandim,”pungkas KH Sunarto.(Hamzah)












