Surabaya, Memo
Sungai sungai di tengah kota Surabaya, mulai mengalirkan busa busa seperti buih berwarna putih. Gundukan busa itu akibat pembuangan sampah cair, seperti oli, minyak goreng bekas, dan bekas sampah cair lainnya dari bahan kimia. Akibatnya, kini busa busa itu mengotori sungai.
Rutinitas masyarakat Kota Surabaya yang buang sampah cair langsung ke sungai berpengaruh jelek pada lingkungan. Semenjak Selasa (2/8) pagi, busa putih banyak di sejumlah saluran sungai di Surabaya.
Baca Juga: Surabaya Terapkan Jam Malam Anak Demi Generasi Berakhlak Mulia
Satu diantaranya saluran sungai di daerah Surabaya Timur. Intinya di Kali Damen di Jalan Kali Sari Damen Surabaya dan Rumah Pompa Boezem Kalidami Surabaya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya Hebi Djuniantoro menerangkan, busa itu ada karena sampah cair masyarakat Surabaya. Sampah cair itu datang dari sampah rumah tangga. Masyarakat Surabaya terlatih buang sampah langsung ke sungai.
Baca Juga: Jeritan Tak Terbayar Rp100 Ribu, Kisah Pilu KDRT di Surabaya yang Tersorot Kamera
” Karena sampah cair aktivitas dari rumah tangga langsung dibuang ke sungai. Misalkan lemak, minyak goreng, dan air sisa cucian pakaian dan cucian dapur,” kata Hebi saat dihubungi pada Selasa (2/8).
Ia pastikan, pihaknya sedang berusaha memperhitungkan busa di sungai itu. Satu diantaranya dengan membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Baca Juga: Duka Haji 2025, Embarkasi Surabaya Catat Angka Kematian Tertinggi, 43 Orang, Besuk Datang
“Kami akan membuat IPAL rumah tangga komunal. Hingga sampah cair saat sebelum masuk ke tubuh sungai dapat diproses di sana dahulu,” jelas Hebi.
Dalam pada itu, operator rumah pompa Boezem Kalidami Bambang menyebutkan, peristiwa busa di sungai itu sebagai hal biasa.
“Busa di sungai memang biasa muncul. Kami kerap diprotes masyarakat, karena busanya terbang-terbang sampai ke beberapa rumah,” jelas Bambang.












