Meski demikian, Bagus menegaskan pihaknya tidak menutup diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian publik, yakni persoalan tumpukan sampah di halaman depan SPPG, diakui sebagai bahan evaluasi serius.
Ia memastikan bahwa pihak SPPG telah merencanakan pembangunan tempat pembuangan sampah berukuran besar yang lebih layak serta dilengkapi dengan penutup, guna mencegah bau tidak sedap dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Dugaan Pelecehan Seksual di Kampus, BPP UNU Blitar Akhirnya Nonaktifkan Dosen
“Sudah kami rencanakan untuk membangun tempat sampah yang besar dengan penutup. Namun saat ini masih menunggu pengerjaan dari pihak kontraktornya. Untuk sementara, sampah yang menumpuk akan kami bersihkan secara rutin setiap harinya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Bagus menegaskan komitmen SPPG WR Supratman untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan, baik dari sisi menu, pelayanan, kebersihan, maupun manajemen operasional. Evaluasi tersebut dilakukan setiap hari sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga kualitas pelaksanaan program MBG.
Baca Juga: MAKI Ingatkan Pentingnya Clean Governance dalam Pemilihan Ketua KONI Blitar
“Kami berkomitmen untuk terus berbenah. Setiap masukan dari masyarakat akan kami jadikan bahan evaluasi agar kualitas menu MBG semakin baik. Ini adalah program andalan pemerintah pusat, dan kami ingin ikut menyukseskannya dengan pelayanan yang maksimal dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Dengan klarifikasi tersebut, SPPG WR Supratman berharap masyarakat dapat memahami bahwa menu MBG yang disajikan telah melalui standar gizi dan sanitasi yang ketat, sekaligus membuka ruang dialog demi perbaikan pelayanan ke depan.**
Baca Juga: Weppy Susetiyo: Ketua KONI Harus Jadi Teladan, Bukan Figur Bermasalah Hukum












