Sampang, Memo
Gara-gara komentar pedas di status WhatsApp, nyawa seorang pemuda berinisial NH (22) melayang setelah dibacok celurit oleh FA (22) di area parkir RSD Ketapang, Sampang, Jawa Timur, mengungkap kronologi tragis yang bermula dari perselisihan daring dan berujung pada aksi kekerasan mematikan.
Insiden berdarah yang merenggut nyawa NH (22), seorang pria asal Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, akhirnya terungkap setelah pelaku pembacokan, FA (22) yang juga berasal dari desa yang sama, menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidik Satreskrim Polres Sampang.
Kapolres Sampang, AKBP Hartono, menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini bermula dari aktivitas pelaku bersama temannya yang bekerja sebagai penjaga parkir di RSD Ketapang. Saat itu, pelaku mengunggah foto dirinya menggunakan ponsel kekasihnya sebagai status WhatsApp (WA) dengan keterangan “Kumpulan Anak tidak Bagian Seragam”.
Status WA tersebut kemudian dilihat oleh korban. Merasa tersinggung, korban memberikan komentar dengan kalimat yang dianggap pelaku sangat merendahkan, “putus urat malunya”.
“Pelaku menjawab komentar dari korban, dengan kalimat, saya tidak kenal kamu kok mulutnya kurang ajar sekali tidak punya otak,” ujar AKBP Hartono, menjelaskan awal mula perseteruan.












