Blitar, Memo.co.id
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) YASB Sananwetan, Kota Blitar, terus melakukan peningkatan kualitas sarana dan prasarana dapur sebagai bentuk komitmen menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Terbaru, SPPG YASB Sananwetan telah menerapkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) modern yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN).
Penerapan IPAL modern ini bertujuan untuk memastikan kualitas makanan yang dihasilkan higienis, serta ramah lingkungan. Sistem tersebut dirancang untuk memenuhi standar pemerintah, mulai dari BPOM, HACCP, hingga Standar Laik Higiene Sanitasi (SLHS), guna mendukung program gizi nasional secara berkelanjutan.
Kepala SPPG YASB Sananwetan, Ahmad Habibi, menjelaskan bahwa pembaruan sistem IPAL dilakukan sebagai tindak lanjut atas evaluasi dan teguran dari BGN Pusat. Menurutnya, IPAL lama kini telah diperbaiki sekaligus diperbarui dengan teknologi yang lebih modern dan berkapasitas besar.
Baca Juga: KORMI Kabupaten Blitar Mulai Tancap Gas, Rakor Perdana Jadi Pondasi Awal
“Alhamdulillah, kemarin kami mendapatkan teguran dari BGN Pusat terkait IPAL. Sekarang sudah kami perbaiki dan perbarui dengan sistem yang paling modern, dengan kapasitas lebih dari 5.000 liter,” ujar Ahmad Habibi.
Ia menegaskan, kualitas air hasil olahan IPAL tersebut telah memenuhi standar kebersihan yang ketat. Bahkan, air pada kolam penampungan terakhir dipastikan tidak berbau dan aman bagi lingkungan.
Baca Juga: Dukung Pembinaan Olahraga Pelajar, Turnamen Voli Kadin Cup 2025 Berlangsung Meriah
“Air yang keluar dari IPAL ini sudah benar-benar bersih. Bahkan kalau kolam terakhir diisi ikan, ikannya bisa hidup. Kalau tangan dimasukkan ke kolam penampungan terakhir lalu diangkat, sudah tidak bau sama sekali,” jelasnya.












