Konflik semakin memanas ketika terjadi dugaan pembelian barang yang dinilai tidak wajar, disertai miskomunikasi yang berujung pada pemblokiran nomor WhatsApp Hermanto dan pencoretannya dari grup internal.
“Saya diblokir, dikeluarkan dari grup. Sekarang saya juga sudah tidak pegang kunci dapur,” ungkapnya.
Baca Juga: Pelatihan Tunas 3 TIDAR di Blitar, Gerindra Siapkan Pemimpin Muda Menuju 2029
Hermanto menegaskan dirinya tidak pernah mengundurkan diri dari jabatan Kepala SPPG Krenceng. Namun, menurutnya, pihak mitra sudah tidak berkenan bekerja sama karena perbedaan prinsip mendasar dalam menjalankan program.
“Saya tidak mundur. Ini murni karena perbedaan prinsip. Saya ingin program ini berjalan benar, sesuai aturan,” tandasnya.
Baca Juga: Ratusan Massa GPI Demo PN Blitar, Soroti Dugaan Rekayasa Hukum
Sumber internal memo.co.id menyebutkan, pihak mitra bahkan telah melayangkan surat ke BGN pusat dengan permintaan agar Kepala SPPG Krenceng dipindah tugaskan.
Mandeknya SPPG Krenceng akibat konflik internal ini menjadi preseden buruk bagi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di daerah. Negara absen, pengawasan tumpul, sementara masyarakat kecil kembali harus menelan pahit hak gizi mereka tergadai oleh ego dan kepentingan di dapur kekuasaan lokal.**
Baca Juga: Temui Kapolres Blitar Kota, PMII Blitar Bongkar Masalah Kriminalitas hingga Tambang Ilegal












