Pemerintah berkomitmen untuk membuat IMEX menjadi sebuah gerakan yang memperbarui, memperkuat, dan mempromosikan kebudayaan seni musik, serta memberikan peluang kepada seniman musik tradisional Indonesia untuk mengembangkan bakat mereka dan dikenal secara luas.
IMEX 2023 juga akan menjadi tuan rumah bagi sejumlah pemerhati musik, produser, pemilik label, pemimpin seni, media, dan asosiasi yang beroperasi dalam industri musik etnik global dan tergabung dalam World Music Expo (WOMEX).
Baca Juga: Viral Video Kiai Usman Ridho Emosi Akibat Candaan Pemusik Saat Tengah Minum
WOMEX adalah lembaga terkemuka di dunia dalam genre produk musik dunia dan mengumpulkan berbagai jenis musik dari Eropa, Amerika, dan Asia. Pada festival IMEX tahun sebelumnya, perwakilan WOMEX telah mengekspresikan minat mereka untuk berkolaborasi dengan IMEX.
Ahmad Mahendra berharap, “Melalui IMEX 2023, kami berharap dapat menarik perhatian para seniman musik etnik dunia untuk mengundang musisi tradisional Nusantara agar mereka dapat tampil di tingkat internasional.”
IMEX 2023 akan menampilkan sejumlah parade musik Nusantara yang luar biasa, termasuk Eta Margondang (Sumatera Utara), Sako Sarikat (Lampung), Sora (Bandung), Gamelan Selanding (Bali), Pepe Bane (Sulawesi Selatan), Ensemble (Papua), dan banyak lagi.
Seperti tahun sebelumnya, penyelenggaraan IMEX 2023 akan dipimpin secara artistik oleh Franki Raden, yang juga merupakan pendiri IMEX.
IMEX 2023: Panggung Global untuk Kekayaan Musik Tradisional Indonesia
Dalam kesimpulan artikel ini, kita telah menguraikan bagaimana IMEX 2023 merupakan kesempatan besar bagi musik tradisional Nusantara untuk bersinar di tingkat internasional, bagaimana WOMEX turut berperan penting, dan mengapa IMEX 2023 layak diantisipasi sebagai panggung global yang mengilhami.












