Dalam waktu 24 jam, sejak kejadian, keduanya berhasil ditemukan warga. Oleh warga, semua tali dan kain yang mengikat dan membungkus kepalanya dilepasi dan diserahkan ke mapolsek Kebomas Gresik. Di depan petugas POlsek, keduanya menjelaskan bahwa sopir dan kernet truk gandeng tersebut membawa besi dari Cibinong Jawa Barat. ” Kami sudah ada feeling tidak enak karena sejak dari Batam Jawa Tengah, ada dua orang nunut truk dan duduk di belakang,” kata sopir itu di depan petugas .
Setelah perjalanan panjang, setibanya di Pantura Gresik, tepatnya di jalan yang sepi, dihadang oleh dua orang. Saat dua orang menghadang, tiba tiba menyerang dan meminta turun. Anehnya, dua orang yang nunut di belakang tidak membantu melakukan perlawanan, malah membiarkan. Sopir dan truk asal dari Blitar itupun tidak bisa berkutik apa apa setelah mulutnya diplester dan mata ditutup, serta kedua tangannya diikat semua.
“Semalam tidak makan. Untung tadi pagi ditemukan warga. Langsung dibawa ke Kantor Polisi. Selanjutnya dibawa ke Puskesmas untuk memeriksa kesehatan,” imbuhnya kepada wartawan Setelah selesai periksa kesehatan, keluarga dan pihak perusahaan dihubungi untuk datang di Polsek Kebomas. ( mar )