Example floating
Example floating
Hukum

Slamet Andono Memaafkan Pelaku Penganiayaan, Komandan Yonif 408 Subrastha Berikan Dukungan

Alfi Fida
×

Slamet Andono Memaafkan Pelaku Penganiayaan, Komandan Yonif 408 Subrastha Berikan Dukungan

Sebarkan artikel ini
Slamet Andono Memaafkan Pelaku Penganiayaan, Komandan Yonif 408 Subrastha Berikan Dukungan
Slamet Andono Memaafkan Pelaku Penganiayaan, Komandan Yonif 408 Subrastha Berikan Dukungan

MEMO

Slamet Andono, salah satu relawan Ganjar-Mahfud yang menjadi korban penganiayaan oleh anggota TNI di Boyolali, baru-baru ini menyatakan bahwa ia telah memaafkan para pelaku kejadian tersebut. Dalam kunjungan yang dilakukan oleh Komandan Yonif 408/Subrastha, Letkol Inf. Slamet Hardiyanto, dan Dandim 0724/Boyolali, Letkol Inf. Wiweko Wulang Widodo, Slamet juga mengungkapkan kondisinya yang masih dalam tahap pemulihan.

Baca Juga: Kepergok Hendak Cabuli Nenek 82 Tahun, Pria di Gowa Nyaris Diamuk Massa

Sementara itu, Komandan Yonif 408 menggarisbawahi aspek kemanusiaan dan menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan kesalahpahaman antara TNI dan masyarakat. Pelaku penganiayaan telah ditahan, dan proses hukum terus berlanjut.

Relawan Ganjar-Mahfud Beri Maaf, TNI Siap Menebusnya

Slamet Andono, salah satu dari tujuh relawan Ganjar-Mahfud yang menjadi korban penganiayaan oleh anggota TNI di Boyolali beberapa waktu lalu, mengungkapkan bahwa dia telah memberikan maaf kepada para pelaku kejadian tersebut.

Baca Juga: Bonatua Silalahi Bedah 9 Poin Krusial dalam Salinan Ijazah yang Sempat Dirahasiakan

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Slamet ketika menerima kunjungan dari Komandan Yonif 408/Subrastha, Letkol Inf. Slamet Hardiyanto, dan Dandim 0724/Boyolali, Letkol Inf. Wiweko Wulang Widodo, di rumahnya di Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Boyolali, pada Jumat (19/1).

“Secara pribadi, saya sudah memberikan maaf,” ujar Slamet.

Baca Juga: Operasi Senyap KPK Intensifkan Agenda Bersih-Bersih Korupsi di Lingkungan Kementerian Keuangan

Slamet menjelaskan bahwa saat ini dia masih dalam tahap pemulihan, terutama mengenai luka gigi yang belum ditambal.

“Alhamdulillah, saya sudah sembuh. Namun, saya belum dapat bekerja karena masih menunggu pemulihan, terutama pada gigi yang belum dipasang,” terangnya.

Komandan Yonif 408/Subrastha Boyolali, Letkol Inf Slamet Hardiyanto, menyatakan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi Slamet Andono setelah pulang dari rumah sakit dan sekaligus menjalin silaturahmi.

Slamet Andono Memafkan Pelaku Penganiayaan, Proses Hukum Tetap Berlanjut

“Ini merupakan aspek kemanusiaan. Kami datang untuk melihat kondisi Mas Slamet Andono dan memberikan bantuan agar dia bisa kembali beraktivitas dengan cepat, sekaligus menjalin silaturahmi,” kata Slamet Hardiyanto.