Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Teknodigi

Skandal Terbesar Google! Mengapa Mereka Dituduh Melanggar Undang-Undang?

Alfi Fida
×

Skandal Terbesar Google! Mengapa Mereka Dituduh Melanggar Undang-Undang?

Sebarkan artikel ini
Skandal Terbesar Google! Mengapa Mereka Dituduh Melanggar Undang-Undang?
Skandal Terbesar Google! Mengapa Mereka Dituduh Melanggar Undang-Undang?

Jerry Dischler, Wakil Presiden dan Manajer Periklanan Google, mengakui bahwa perusahaan mendapatkan lebih dari US$ 100 miliar dari iklan di mesin pencari pada tahun 2020.

  1. Penyangkalan Monopoli oleh Google

Google membantah tuduhan pemerintah, menyatakan bahwa mereka tidak melanggar hukum untuk mempertahankan pangsa pasar besar mereka. Menurut Google, popularitas mesin pencarinya adalah karena kualitasnya.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Mereka berpendapat bahwa jika pengguna tidak puas dengan mesin pencari default, mereka masih memiliki opsi untuk beralih ke mesin pencari lain.

Eddie Cue, Senior VP of Services Apple, memberikan pujian pada mesin pencari Google dan menyebut bahwa pertemuan dengan Microsoft dan DuckDuckGo tidak memadai.

  1. Status Default Tidak Menjamin Kesetiaan Pengguna

Meskipun Google telah membayar miliaran dolar AS untuk menjadikan mesin pencarinya sebagai default, pengacara Google mengklaim bahwa status ini tidak menjamin kesetiaan pengguna jika mereka tidak puas. John Schmidtlein, Kepala Pengacara Google, menyatakan bahwa meskipun Microsoft menjadi layanan default pada beberapa perangkat Verizon pada 2008, BlackBerry, dan Nokia pada 2011, pengguna Bing mayoritas tetap beralih ke Google.

Google bersikeras bahwa mereka tidak melakukan monopoli dan selalu berusaha meningkatkan kualitas layanannya serta melindungi privasi pengguna. Menurut mereka, jika mereka benar-benar monopoli, mereka tidak akan peduli apakah pengguna puas atau tidak.

Google Dalam Sorotan Hukum: Kasus Monopoli dan Persaingan Sengit di Dunia Internet

Meski Google membantah tuduhan monopoli dan mengklaim bahwa popularitasnya berdasarkan kualitas layanannya, persidangan membongkar fakta-fakta menarik. Pembayaran triliunan kepada berbagai pihak untuk menjadikan mesin pencarinya sebagai layanan default, persaingan sengit dengan Microsoft, dan dampak dominasinya terhadap pasar iklan digital menjadi sorotan utama.

Namun, Google tetap gigih dalam penyangkalan monopoli dan meyakinkan bahwa status mesin pencari default tidak menjamin kesetiaan pengguna. Kesimpulan ini menyoroti ketegangan antara kekuatan Google dan upaya pemerintah AS untuk menjaga persaingan yang sehat di ranah digital.

 

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini