Saat penggeledahan dilakukan, Syahrul dikabarkan sedang menjalani tugas di Roma, Italia, setelah melakukan kunjungan kerja ke beberapa negara Eropa. Namun, setelah kunjungan tersebut, kontak dengan Syahrul terputus.
Partai NasDem membantah bahwa Syahrul menghilang dengan maksud untuk melarikan diri. Mereka mengklaim bahwa Syahrul hanya berpisah dari rombongan untuk menjalani pengobatan penyakit prostatnya.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Syahrul akhirnya kembali ke Jakarta pada malam hari Rabu (4/10) dan dikabarkan langsung bertemu dengan Surya Paloh di Kantor DPP Partai NasDem di Jakarta Pusat.
Kontroversi Pernyataan Mahfud MD Terkait Status Tersangka Syahrul Yasin Limpo
Kontroversi ini semakin memanas dengan pernyataan Mahfud MD yang dinilai berlebihan. Partai NasDem mengkritiknya karena dianggap seolah-olah menjadi juru bicara KPK, padahal lembaga tersebut belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Meskipun Mahfud mengklaim memiliki informasi tentang status tersangka Syahrul, banyak yang merasa bahwa penjelasannya tidak cukup transparan. Kasus ini semakin menarik perhatian publik dengan hilangnya kontak Syahrul Yasin Limpo setelah kunjungan kerjanya ke luar negeri, meskipun Partai NasDem membantah bahwa ini adalah upaya untuk melarikan diri.
Dalam perkembangan terbaru, Syahrul telah kembali ke Indonesia dan bertemu dengan pimpinan Partai NasDem, Surya Paloh, di Kantor DPP partai tersebut. Meski demikian, kontroversi seputar komentar Mahfud MD masih menyisakan banyak pertanyaan dan perdebatan di kalangan masyarakat.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb












