NGANJUK, MEMO – Dalam rangka untuk membantu mengembangkan dan mempercepat pertumbuhan usaha pemula di lingkungan pelajar, Kepala Sekolah SMKN 1 Kertosono , Moh. Sigit Nuryakin, S.T., M.T. bikin terobosan unggulan berlabel program Inkubis. Atau lebih tepatnya program inkubisi bisnis.
Dalam percakapan santai dengan Sigit Nuryakin di ruang kerjanya menjelaskan bahwa program Inkubis ini menitikberatkan pada upaya pendampingan komprehensif untuk wirausaha atau usaha rintisan (startup) guna membantu para anak didiknya bisa tumbuh dan berhasil.
Baca Juga: Jelang Lebaran, 86 Lansia Miskin Di Kampungbaru Terima Bansos SARMUKO Dari TP - PKK Kabupaten
” Program ini menyediakan berbagai layanan seperti pelatihan manajemen, bimbingan teknis, akses ke jejaring (networking), fasilitasi pendanaan, serta bantuan dalam hal legalitas dan pemasaran,” ujar Moh. Sigit Nuryakin.
Disinggung tujuan program Inkubis, dipaparkan oleh dia adalah untuk mempercepat pengembangan bisnis, meningkatkan kapabilitas usaha, dan mewujudkan potensi inovasi menjadi usaha yang mandiri dan berdaya saing.
Baca Juga: Pengaburan Status Jalan Umum Di Desa Betet Akhirnya Terkuak, Begini Reaksi Warga......
Secara rinci disampaikan Sigit Nuryakin ada empat poin utama dalam kerangka program Inkubis. Diantaranya poin peningkatan kapabilitas mengandung tujuan untuk menyerap dana meningkatkan kemampuan manajemen dan pemasaran IKM atau UMKM.
Untuk poin akses jejaring menurut analisanya guna membantu mempertemukan wirausaha dengan mentor, investor dan mitra bisnis profesional.
Baca Juga: Safari Kemanusiaan AWN Belum Berakhir, Hari Ini Bagikan Santunan Untuk 20 Yatim Piatu Di Brebek
Selain dua poin tersebut, Sigit Nuryakin juga menyebut poin komersialisasi inovasi. Artinya bisa membantu mengkomersilkan hasil riset atau ide inovatif.
” Dengan mengoptimalkan program Inkubis ini dengan harapan bisa berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja baru,” ucap Sigit Nuryakin.
Dari sudut pandang lain menurut pemikiran Sigit Nuryakin dengan munculnya program “Inkubis” bisa mencerminkan komitmen sekolah untuk mendorong ide-ide baru dan kreatif di antara siswanya.
Disisi kreatifitas, “Inkubis” bisa merujuk pada kegiatan seni, desain, dan keterampilan lainnya yang mendorong siswa untuk mengembangkan bakat kreatif mereka.
Untuk sektor budaya,”Inkubis” juga berkaitan dengan pelestarian budaya dan nilai-nilai lokal di SMKN 1 Kertosono.
“Inkubis dapat mencakup lingkungan sekolah yang inklusif, di mana setiap siswa merasa dihargai dan didukung terlepas dari latar belakang mereka,” paparnya juga.
Untuk diketahui, dari pemikiran kepala sekolah seperti itu tampaknya sudah klob dengan visi misi sekolah.
Untuk visinya mampu menciptakan tenaga terampil dan berkualitas yang dijiwai oleh nilai budaya dan karakter bangsa.
Sedangkan untuk misinya meliputi menciptakan tenaga terampil dan berkualitas, mengembangkan sikap religius dan etos kerja, menanamkan karakter positif, membangun kerja sama dengan dunia usaha/industri, serta menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan.
Yang membanggakan lagi, dengan program inovasi Inkubis yang digagas oleh Sigit Nuryakin tersebut dapat apresiasi besar dari Cabang Dinas Pendidikan SMA/SMK Nganjuk.
Itu dibuktikan bersamaan dengan agenda pelatihan pembelajaran mendalam kepala sekolah seperti Kabupaten Nganjuk yang diselenggarakan di bulan September – November 2025 silam, Kepala Sekolah SMKN 1 Kertosono, Sigit Nuryakin mendapat nilai terbaik dari 25 kepala sekolah se Kabupaten Nganjuk. (Adi)












