Blitar, Memo.co.id
Proses Inspeksi mendadak (sidak) Pemkab Blitar ke peternakan ayam petelur CV Bumi Indah di Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, berlangsung tertutup, Senin (15/9/2025). Wartawan tak dibolehkan masuk untuk meliput ke dalam kandang yang diduga melakukan aktivitas pengolahan limbah tersebut.
Baca Juga: Dari Jalanan Menuju Kemandirian, Kisah Inspiratif Nasabah PNM Mekaar
Sidak itu dilakukan oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas PUPR, Dinas Peternakan, Dinas Lingkungan Hidup, Bapenda dan Sat Pol PP. Sementara awak media dilarang masuk oleh sejumlah orang yang mengaku utusan pemilik kandang CV Bumi Indah.
Sebelumnya, Warga Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar mengeluhkan bau busuk yang berasal dari peternakan ayam petelur di wilayah mereka. Warga dibuat geram lantaran dipaksa menghirup bau menyengat itu selama lebih dari 2 tahun
Baca Juga: Pesta Mercon di Tengah Jalan Picu Keributan, Warga Tantang Polisi: “Buka Baju, Sekalian Kelahi!”
Diketahui, peternakan tersebut berada dalam naungan CV Bumi Indah. Sedikitnya ratusan Kepala Keluarga (KK) dari tiga RT yang berada di wilayah itu terdampak bau busuk yang harus mereka hirup setiap hari.
Larangan terhadap wartawan ini menambah panjang daftar polemik terkait keberadaan peternakan ayam CV Bumi Indah. Publik kini mendesak agar pemerintah daerah lebih transparan dalam menangani persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. **
Baca Juga: Dari Meja Miras ke Bara Api: Kronologi Pembakaran Toko di Garum












