Lumajang, Memo
Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bergerak cepat dalam upaya mitigasi potensi terjangan banjir lahar dingin dari Gunung Semeru yang mengancam keselamatan penduduk Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Serangkaian tindakan responsif dan mendesak mulai diimplementasikan untuk meminimalisir risiko bencana.
Sebelumnya dilaporkan, sebuah tanggul penahan banjir yang berlokasi di blok Kampung Renteng mengalami kerusakan signifikan dengan panjang mencapai setengah kilometer. Struktur vital yang secara keseluruhan membentang sepanjang dua kilometer ini berfungsi krusial dalam menghalau luapan material vulkanik dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Gunung Semeru.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Apabila kerusakan tanggul semakin parah hingga jebol, diperkirakan sebanyak 82 kepala keluarga (KK) atau 246 jiwa penduduk Dusun Kebondeli Selatan yang mendiami area di balik tanggul akan terdampak secara langsung. Kondisi ini memicu kebutuhan mendesak akan penanganan preventif guna menghindari konsekuensi buruk dari ancaman alam tersebut.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyatakan bahwa serangkaian langkah kontingensi telah disiapkan untuk mencegah degradasi lebih lanjut pada struktur tanggul yang vital tersebut.
Salah satu aksi taktis yang tengah diimplementasikan adalah pemasangan beronjong, yaitu susunan batu yang dikemas dalam anyaman kawat baja, untuk menutup celah dan lubang pada bagian tanggul yang mengalami kerusakan akibat erosi.
“Saat ini, proses pemasangan beronjong untuk menambal bagian tanggul yang terkikis sudah mulai berjalan,” terangnya dengan nada sigap pada Rabu (14/5/2025).
Upaya mitigasi lainnya melibatkan pengalihan jalur aliran sungai ke sisi yang lebih menjauhi struktur tanggul. Strategi ini bertujuan untuk mengurangi tekanan langsung air dan material lahar pada bagian tanggul yang sudah melemah akibat kerusakan.
“Aliran sungai juga akan kita belokkan ke arah selatan agar tidak menghantam langsung tanggul yang kondisinya sudah rentan,” imbuh Bupati Lumajang, yang akrab disapa Bunda Indah.
Metode antisipasi tambahan yang akan diterapkan oleh Pemkab Lumajang adalah instalasi krib, atau penghalang arus, sepanjang seratus meter. Fungsi krib ini adalah untuk memecah dan mengarahkan terjangan banjir agar menjauhi struktur tanggul yang berisiko tinggi.
“Kita juga akan memasang krib sepanjang kurang lebih seratus meter untuk membelokkan arah arus. Tujuannya agar aliran air tidak langsung menerjang tanggul,” pungkasnya, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi warganya dari potensi bahaya lahar Semeru.












